telanjang bugil seksi mahasiswi abg

Mei 4, 2009

Ganasnya istri penjaga waruing nasi padang

Filed under: Uncategorized — Tag: — rubensmith @ 2:14 am

Ganasnya istri penjaga waruing nasi padang
Diposkan oleh Cyber Division | 01:38 | Daun Muda | 0 komentar »

Sesaat lamanya istri warung nasi padang hanya berdiri di depan pintu gerbang sebuah rumah mewah tetapi berarsitektur gaya Jawa kuno. Hampir separuh bagian rumah di depanku itu adalah terbuat dari kayu jati tua yang super awet. Di depan terdapat sebuah pendopo kecil dengan lampu gantung kristalnya yang antik. Lantai keramik dan halaman yang luas dengan pohon-pohon perindangnya yang tumbuh subur memayungi seantero lingkungannya. istri warung nasi padang masih ingat, di samping rumah berlantai dua itu terdapat kolam ikan Nila yang dicampur dengan ikan Tombro, Greskap, dan Mujair. Sementara ikan Geramah dipisah, begitu juga ikan Lelenya. Dibelakang sana masih dapat kucium adanya peternakan ayam kampung dan itik. Tante Yustina memang seorang arsitek kondang dan kenamaan.

Enam tahun istri warung nasi padang tinggal di sini selama sekolah SMU sampai D3-ku, sebelum akhirnya istri warung nasi padang lulus wisuda pada sebuah sekolah pelayaran yang mengantarku keliling dunia. Kini hampir tujuh tahun istri warung nasi padang tidak menginjakkan kakiku di sini. Sama sekali tidak banyak perubahan pada rumah Tante Yus. istri warung nasi padang bayangkan pula si Istri tukang Ojeg yang dulu masih umur lima tahun saat kutinggalkan, pasti kini sudah besar, kelas enam SD.

Kulirik jarum jam tanganku, menunjukkan pukul 23:35 tepat. Masih sesaat tadi kudengar deru lembut taksi yang mengantarku ke desa Kebun Agung, sleman yang masih asri suasana pedesaannya ini. Suara jangkrik mengiringi langkah kakiku menuju ke pintu samping. Sejenak istri warung nasi padang mencari-cari dimana dulu Tante Yus meletakkan anak kuncinya. Tanganku segera meraba-raba ventilasi udara di atas pintu samping tersebut. Dapat. istri warung nasi padang segera membuka pintu dan menyelinap masuk ke dalam.

Sejenak istri warung nasi padang melepas sepatu ket dan kaos kakinya. Hmm, baunya harum juga. Hanya remang-remang ruangan samping yang ada. Sepi. istri warung nasi padang terus saja melangkah ke lantai dua, yang merupakan letak kamar-kamar tidur keluarga. istri warung nasi padang dalam hati terus-menerus mengagumi figur Tante Yus. Walau hidup menjada, sebagai single parents, toh dia mampu mengurusi rumah besar karyanya sendiri ini. Lama sekali kupandangi foto Tante Yus dan Istri tukang Ojeg yang di belakangnya istri warung nasi padang berdiri dengan lugunya. istri warung nasi padang hanya tersenyum.

Kuperhatikan celah di bawah pintu kamar Istri tukang Ojeg sudah gelap. istri warung nasi padang terus melangkah ke kamar sebelahnya. Kamar tidur Tante Yus yang jelas sekali lampunya masih menyala terang. Rupanya pintunya tidak terkunci. Kubuka perlahan dan hati-hati. istri warung nasi padang hanya melongo heran. Kamar ini kosong melompong. istri warung nasi padang hanya mendesah panjang. Mungkin Tante Yus ada di ruang kerjanya yang ada di sebelah kamarnya ini. Sebentar istri warung nasi padang menaruh tas ransel parasit dan melepas jaket kulitku. Berikutnya kaos oblong Jogja serta celana jeans biruku. Kuperhatikan tubuhku yang hitam ini kian berkulit gelap dan hitam saja. Tetapi untungnya, di tempat kerj istri warung nasi padang pada sebuah kapal pesiar itu terdapat sarana olah raga yang komplit, sehingga istri warung nasi padang kian tumbuh kekar dan sehat.

Tidak perduli dengan kulitku yang legam hitam dengan rambut-rambut bulu yang tumbuh lebat di sekujur kedua lengan tangan dan kakiku serta dad istri warung nasi padang yang membidang sampai ke bawahnya, mengelilingi pusar dan terus ke bawah tentunya. Air. Ya istri warung nasi padang hanya ingin merasakan siraman air shower dari kamar mandi Tante Yus yang bisa hangat dan dingin itu.
istri warung nasi padang hendak melepas cawat hitamku saat kudengar sapaan yang sangat kukenal itu dari belakangku, “Andrew..? Kaukah itu..?”

istri warung nasi padang segera memutar tubuhku. istri warung nasi padang sedikit terkejut melihat penampilan Tante Yus yang agak berbeda. Dia berdiri termangu hanya mengenakan kemeja lengan panjang dan longgar warna putih tipis tersebut dengan dua kancing baju bagian atasnya yang terlepas. Sehingga istri warung nasi padang dapat melihat belahan buah dadanya yang ku istri warung nasi padangi memang memiliki ukuran sangat besar sekali dan sangat kencang, serta kenyal. istri warung nasi padang yakin, Tante Yus tidak memakai BH, jelas dari bayangan dua bulatan hitam yang samar-samar terlihat di ujung kedua buah dadanya itu. Rambutnya masih lebat dipotong sebatang bahunya. Kulit kuning langsat dan bersih sekali dengan warna cat kukunya yang merah muda.

“Ngg.., selamat malam Tante Yus.. maaf, keponakanmu ini datang dan untuk berlibur di sini tanpa ngebel dulu. Maaf pula, kalau tujuh tahun lamanya ini tidak pernah datang kemari. Hanya lewat surat, telpon, kartu pos, e-mail.., sekali lagi, saya minta maaf Direktur Apartermen Rusunami Saya sangat merindukan Direktur Apartermen Rusunami.!” ucapku sambil kubiarkan Tante Yus mendekatiku dengan wajah haru dan senangnya.
“Ouh Andrew.. ouh..!” bisik Tante Yus sambil menubrukku dan memelukku erat-erat sambil membenamkan wajahnya pada dad istri warung nasi padang yang membidang kasar oleh rambut.
istri warung nasi padang sejenak hanya membalas pelukannya dengan kencang pula, sehingga dapat kurasakan desakan puting-puting dua buah dadanya Tante Yus.

“Kau pikir hanya kamu ya, yang kangen berat sama Tante, hmm..? Tantemu ini melebihi kangennya kamu pad istri warung nasi padang. Ngerti nggak..? Gila kamu Andrew..!” imbuhnya sambil memandangi wajahku sangat dekat sekali dengan kedua tangannya yang tetap melingkarkan pada leherku, sambil kemudian memperhatikan kondisi tubuhku yang hanya bercawat ini.
Tante Yustina tersenyum mesra sekali. istri warung nasi padang hanya menghapus air matanya. Ah Tante Yus..
“Ya, untuk itulah istri warung nasi padang minta maaf pada Direktur Apartermen Rusunami.”
“Tentu saja, kumaafkan..” sahutnya sambil menghela nafasnya tanpa berkedip tetap memandangiku, “Kamu tambah gagah dan ganteng Andrew. Pasti di kapal, banyak crew wanita yang bule itu jatuh cinta padamu. Siapa pacarmu, hmm..?”
“Belum punya Tan. istri warung nasi padang masih nabung untuk membina rumah tangga dengan seorang, entah siapa nanti. Untuk itu, istri warung nasi padang mau minta Tante bikinkan istri warung nasi padang desain rumah..”
“Bayarannya..?” tanya Tante Yus cepat sambil menyambar mulutku dengan bibir tipis Tante Yus yang merah.

istri warung nasi padang terkejut, tetapi dalam hati senang juga. Bahkan tidak kutolak Tante Yus untuk memelukku terus menerus seperti ini. Tapi sialnya, batang kemaluanku mulai merinding geli untuk bangkit berdiri. Padahal di tempat itu, perut Tante Yus menekanku. Tentu dia dapat merasakan perubahan kejadiannya.
” istri warung nasi padang.. ngg..”
“Ahh, kamu Andrew. Tante sangat kangen padamu, hmm.. ouh Andrew.. hmm..!” sahut Tante Yus sambil menerkam mulutku dengan bibirnya.
istri warung nasi padang sejenak terkejut dengan serbuan ganas mulut Tante Yus yang kian binal melumat-lumat mulutku, mendasak-desaknya ke dalam dengan buas. Sementara jemari kedua tangannya menggerayangi seluruh bagian kulit tubuhku, terutama pada bagian punggung, dada, dan selangkanganku. Tidak karuan lagi, istri warung nasi padang jadi terangsang. Kini istri warung nasi padang berani membalas ciuman buas Tante Yus. Nampaknya Tante Yus tidak mau mengalah, dia bahkan tambah liar lagi. Kini mulut Tante Yus merayap turun ke bawah, menyusuri leherku dan dad istri warung nasi padang. Beberapa cupangan yang meninggalkan warna merah menghiasi pada leher dan dad istri warung nasi padang. Kini dengan liar Tante Yus menarik cawatku ke bawah setelah jongkok persis di depan selangkanganku yang sedikit terbuka itu. Tentu saja, batang kemaluanku yang sebenarnya telah meregang berdiri tegak itu langsung memukul wajahnya yang cantik jelita.

“Ouh, gila benar. Tititmu sangat besar dan kekar, An. Ouh.. hmm..!” seru bergairah Tante Yus sambil memasukkan batang kejantananku ke dalam mulutnya, dan mulailah dia mengulum-ngulum, yang seringkali dibarengi dengan mennyedot kuat dan ganas.
Sementara tangan kanannya mengocok-ngocok batang kejantananku, sedang jemari tangan kirinya meremas-remas buah kemaluanku. istri warung nasi padang hanya mengerang-ngerang merasakan sensasi yang nikmat tiada taranya. Bagaimana tidak, batang kemaluanku secara diam-diam di tempat kerj istri warung nasi padang sana, kulatih sedemikian rupa, sehingga menjadi tumbuh besar dan panjang. Terakhir kuukur, batang kejantanan ini memiliki panjang 25 sentimeter dengan garis lingkarnya yang hampir 20 senti. Rambut kemaluan sengaja kurapikan.

Tante Yus terus menerus masih aktif mengocok-ngocok batang kemaluanku. Remasan pada buah kemaluanku membuatku merintih-rintih kesakitan, tetapi nikmat sekali. Bahkan dengan gilanya Tante Yus kadangkala memukul-mukulkan batang kemaluanku ini ke seluruh permukaan wajahnya. istri warung nasi padang sendiri langsung tidak mampu menahan lebih lama puncak gairahku. Dengan memegangi kepala Tante Yus, istri warung nasi padang menikam-nikamkan batang kejantananku pada mulut Tante Yus. Tidak karuan lagi, Tante Yus jadi tersendak-sendak ingin muntah atau batuk. Air matanya malah telah menetes, karena batang kejantananku mampu mengocok sampai ke tenggorokannya.

Pada satu kesempatan, istri warung nasi padang berhasil mencopot kemejanya. istri warung nasi padang sangat terkejut saat melihat ukuran buah dadanya. Luar biasa besarnya. Keringat benar-benar telah membasahi kedua tubuh kami yang sudah tidak berpakaian lagi ini. Dengan ganas, kedua tangan Tante Yus kini mengocok-ngocok batang kemaluanku dengan genggamannya yang sangat erat sekali. Tetapi karena sudah ada lumuran air ludah Tante Yus, kini jadi licin dan mempercepat proses ej istri warung nasi padanglasiku.
“Croot.. cret.. croot.. creet..!” menyemprot air maniku pada mulut Tante Yus.
Saat sprem istri warung nasi padang muncrat, Tante Yus dengan lahap memasukkan batang kemaluanku kembali ke dalam mulutnya sambil mengurut-ngurutnya, sehingga sisa-sisa air maniku keluar semua dan ditelan habis oleh Tante Yus.

“Ouhh.. ouh.. auh Direktur Apartermen Rusunami. ouh..!” gumamku merasakan gairahku yang indah ini dikerjai oleh Tante Yus.
“Hmm.. Andrew.. ouh, banyak sekali air maninya. Hmm.., lezaat sekali. Lezat. Ouh.. hmm..!” bisik Tante Yus menjilati seluruh bagian batang kemaluanku dan sisa-sisa air maninya.
Sejenak istri warung nasi padang hanya mengolah nafasku, sementara Tante Yus masih mengocok-ngocok dan menjilatinya.
“Ayo, Andrew.. kemarilah Sayang.., kemarilah Baby..!” pintanya sambil berbaring telentang dan membuka kedua belah pahanya lebar-lebar.

istri warung nasi padang tanpa membuang waktu lagi, terus menyerudukkan mulutku pada celah vagina Tante Yus yang merekah ingin kuterkam itu. Benar-benat lezat. Vagina Tante Yus mulai kulumat-lumat tanpa karuan lagi, sedangkan lidahku menjilat-jilat deras seluruh bagiang liang vaginanya yang dalam. Berulang kali istri warung nasi padang temukan kelentitnya lewat lidahku yang kasar. Rambut kemaluan Tante Yus memang lebat dan rindang. Cupangan merah pun kucap pada seluruh bagian daging vagina Tante Yus yang menggairahkan ini. Tante Yus hanya menggerinjal-gerinjal kegelian dan sangat senang sekali nampaknya. Kulirik tadi, Tante Yus terus-menerus mel istri warung nasi padangkan remasan pada buah dadanya sendiri sambil sesekali memelintir puting-putingnya. Berulang kali mulutnya mendesah-desah dan menjerit kecil saat mulutku menciumi mulut vaginanya dan menerik-narik daging kelentitnya.

“Ouh Andrew.. l istri warung nasi padangkan sesukamu.. ouh.., l istri warung nasi padangkan, please..!” pintanya mengerang-erang deras.
Selang sepuluh menit kemuadian, istri warung nasi padang kini merayap lembut menuju perutnya, dan terus merapat di seluruh bagian buah dadanya. Dengan ganas istri warung nasi padang menyedot-nyedot puting payudaranya. Tetapi air susunya sama sekali tidak keluar, hanya puting-puting itu yang kini mengeras dan memanjang membengkak total. Di buah dadanya ini pula istri warung nasi padang melukiskan cupanganku banyak sekali. Berulang kali jemariku memilin-milin gemas puting-puting susu Tante Yus secara bergantian, kiri kanan. istri warung nasi padang kini tidak tahan lagi untuk menyetubuhi Tanteku. Dengan bergegas, istri warung nasi padang membimbing masuk batang kemaluanku pada liang vaginanya.

“Ooouhkk.. yeaah.. ayoo.. ayoo.. genjot Andrew..!” teriak Tante Yus saat merasakan batang kejantananku mulai menikam-nikam liar mulut vaginanya.
Sambil menopang tubuhku yang berpegangan pada buah dadanya, istri warung nasi padang semakin meningkatkan irama keluar masuk batang kemaluanku pada vagina Tante Yus. Wanita itu hanya berpegangan pada kedua tanganku yang sambil meremas-remas kedua buah dadanya.
“Blesep.. sleep.. blesep..!” suara senggama yang sangat indah mengiringi dengan alunan lembut.
Selang dua puluh menit puncak klimaks itu kucapai dengan sempurna, “Creet.. croot.. creet..!”
“Ouuhhkk.. aoouhkk.. aahhk..,” seru Tante Yus menggelepar-gelepar lunglai.
“Direktur Apartermen Rusunami. ouhh..!” gumamku merasakan keletihanku yang sangat terasa di seluruh bagian tubuhku.
Dengan batang kemaluan yang masih tetap menancap erat pada vagiana Tante Yus, kami jatuh tertidur. Tante Yus berada di atasku.

Bersambung…

0 komentar

Poskan Komentar

seksinya karyawati tekstil

seksinya karyawati tekstil

Kolam Renang

Filed under: Uncategorized — Tag: — rubensmith @ 2:10 am

Kolam renang
Posted on November 10th, 2008 by bokep

Kolam VIP jacuzzi dalam hotel tersebut merupakan tempat yang sangat pribadi sekali bagi yang membutuhkan, khususnya pada tengah malam. Sepertinya untuk tujuan itulah hotel memberikan service yang lebih pada setiap pengujung VIP mereka. Dan ini tidak bisa digunakan untuk tamu biasa, karena kolam sejenis itu ada pada ruangan lain.

“Ayolah, cobalah dahulu,” ujar salah seorang wanita yang berada dipinggir kolam.
Bahasa itu seperti sebuah canda dari sekelompok wanita yang aku yakin sekali memiliki postur dan raut wajah yang cantik.
Salah satunya telah membuka sepatu dan telah menangalkan pakaiannya hingga nampak tinggal berbikini saja.
Mereka adalah Chaterine Zeta Jones danNyonya sulaiman dan Nyonya sukardi Darmawan Roberts.

Tanpa sungkan, wanita yang berbikini tsb (Chaterine Zeta Jones) terjun kekolam, menampakkan bra nya yang basah dan samar terlihat bentuk indah dari payudara tsb.

Tak lama kemudian, ia menangalkan semua pakaian bikininya dan membuangnya kepinggir kolam.
Kolam itu dalamnya hanya sebatas pinggan orang dewasa.
Sunguh pesta yang menyenangkan bagi mereka.

“Aku tidak tahu,” kataNyonya sulaiman dan Nyonya sukardi Darmawan Roberts yang berada di pinggir kolam, sambil mengigit bibirnya.

“Oh, ayolah,” kata HRD Manajer Auto 2000 ToyotaZeta-Jones, sambil berdiri didalam kolam, secara tidak sadar ia telah memperlihatkan bentuk telanjangnya dalam remang2 cahaya kolam.
“Santailah sedikit, kau pasti membutuhkan itu. Aku tahu kau ingin membuang semua stress, ini sangat baik sekali.”

“Sepertinya menarik,” balasNyonya sulaiman dan Nyonya sukardi Darmawan Roberts sedikit bergumam. “Tapi….aku tidak begitu nyaman dengan ruang publik yang terbuka ini.”

“Ayolah,” balas HRD Manajer Auto 2000 Toyotakembali. “Akan kutunjukkan padamu.” Dia memutar dan menunjukkan bokongnya padaNyonya sulaiman dan Nyonya sukardi Darmawan dengan melompat di kolam tersebut.
“Rasanya menyenangkan sekali…ayolah!”, ajaknya sedikit menghasut.

Julia mengigit bibirnya dan sedikit tercengang. “Apa2 an ini?” Ia kemudian melepaskan semua pakaiannya dan ikut berbikini.
Terlihat bagaimana bentuk seksi tubuh wanita itu walaupun sedikit kurus dibanding Catherine, tapi payudara dan bokongnya sangat indah..
cerita-dewasa-julia-roberts.jpg
“Ya tuhan,”Nyonya sulaiman dan Nyonya sukardi Darmawan berteriak saat terjun kekolam dan membilas rambutnya. “Kau benar, Aku sangat membutuhkan ini.” sahutnya girang.

“Betulkan…?,” balas HRD Manajer Auto 2000 Toyotameyakinkan. “Setelah beberapa bulan yang melelahkan, kau pasti butuh ini.”

Merekapun asyik bermain di kolam tersebut sambil bersenda gurau.
Mereka bersandar dipinggir kolam dengan badan tertelungkup. Dan bercerita ttg segala sesuatu yang ringan sambil tertawa.

Tanpa mereka sadari, seorang bertubuh atletis juga sedang menuju kolam tersebut dan ingin masuk kekolam tersebut.
Ia memperhatikan kedua wanita tersebut, seakan mereka cuek dgn kondisi sekitarnya.
Namanya David.

David adalah plan manager hotel tersebut dan ingin melepas lelah sambil memeriksa hasil kreasi pada kolam VIP jacuzzi ini. Terutama pada pancaran gelembung air dari dasar kolam dan spotlight lampu diseputar kolam. Ia pun membuka pakaian kerjanya dan hanya mengunakan celana dalam. Tekanan gelombang didasar kolam tsb ia rasakan dengan kakiknya, dan berharap tingkat pressure gelembung tersebut tidak menganggu pengujung yang ingin bersantai.

Ia tersenyum dengan kreasi yang dibuatnya. Sepertinya kedua wanita tersebut menikmati dan menyukainya.
Sekarang ia memperhatikan lampu sorot yang berada dalam kolam. Dan kelihatannya cukup membuat suasan menjadi romantis dikeremangan malam.

Ia berhenti sejenak dengan pekerjaannya dan memandang kedua wanita tersebut. Ia coba memberanikan diri untuk berkenalan dan siapa yang ditujunya. Merekapun berkenalan.

Agaknya IT Programmer Manager sedikit fokus thdNyonya sulaiman dan Nyonya sukardi Darmawan.

“Dengar baik-baik, ladies,” kata David sedikit membuka percakapan santai.
“KAlian berdua pasti ingin merasakan yang lebih nikmat?, sangat2 nikmat? tanya IT Programmer Manager?”

“Yeah……” balas kedua wanita tersebut.
Sambil tersenyum David membuka celana dalamnya dan mengibas-ngibaskan diatas kepalanya.
Kedua wanita tsb terkejut tetapi girang. “Wooow…”kataNyonya sulaiman dan Nyonya sukardi Darmawan yang tertawa, sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya. “Whatta…”, balas Chaterine tertawa.

IT Programmer Manager nekat dan maju kearahNyonya sulaiman dan Nyonya sukardi Darmawan. Ia menarikNyonya sulaiman dan Nyonya sukardi Darmawan dan mencium tangannya, dan karenaNyonya sulaiman dan Nyonya sukardi Darmawan seperti kegirangan dengan aksi IT Programmer Manager, ia mau saja ditarik IT Programmer Manager kedalam pelukannya, perlahan dan pasti IT Programmer Manager mencium bibirNyonya sulaiman dan Nyonya sukardi Darmawan. Spontan dan macho sekali!.

Julia merespon dengan perlahan, membiarkan lidahnya memasuki mulutnya sambil membiarkan pria tersebut mengendong dalam pangkuannya. Tepat diatas pahanya.
cerita-dewasa-julia-roberts2.jpg
Sepertinya pesta malam itu menjadi sedikit liar!
Julia malah merapatkan dirinya, dan berusaha mengarahkan vagina dan pantatnya pada penis pria perkasa tersebut. Ia pun ikut mengesek2 pantatnya pada pangkuan IT Programmer Manager sambil memandang Catherine. Chaterine hanya terbelalak sambil tersenyum.

IT Programmer Manager merasakan bahwa penisnya telah menyenggol bibir vaginaNyonya sulaiman dan Nyonya sukardi Darmawan.
Karena ‘lampu hijau dalam alunan seks kolam’ sudah menyala, IT Programmer Manager pun mencari-cari sarang vaginaNyonya sulaiman dan Nyonya sukardi Darmawan dan memberanikan diri untuk melakukan penetrasi pemanasan.
Ibarat gayung bersambut, aksi IT Programmer Manager mendapat tanggapan positive dariNyonya sulaiman dan Nyonya sukardi Darmawan. Ia pun merangkul erat pundak IT Programmer Manager. Amazing…..!

Aksi penetrasi IT Programmer Manager sepertinya sudah berjalan mulus, sehingga IT Programmer Manager berusaha melanjutkan untuk usaha yang ‘lebih dalam’ lagi.
Julia hanya tersenyum dan merapatkan tubuhnya pada sang pria sehingga memberi keleluasaan bagi IT Programmer Manager untuk menekan lebih keras lagi.

Julia collaps akibat adegan tersebut, Penis IT Programmer Manager telah menembus dalam vaginanya. Ia merintih nikmat.
IT Programmer Manager menyandarkanNyonya sulaiman dan Nyonya sukardi Darmawan pada bibir kolam sehingga tambah leluasa dalam ‘memompa’ vaginaNyonya sulaiman dan Nyonya sukardi Darmawan dalam remangnya kolam.

David merasakan HRD Manajer Auto 2000 Toyotamendekati dan merasakan payudaranya menempel pada tubuh belakangnya. Sepertinya emosi birahinya mulai ‘mengamuk’.

Tanpa disangka, Chaterine menjadi histeris halus saat David merangkul pantatnya dan menusukkan jarinya pada lubang anus Chaterine.
Semua ini tidak menganggu konsentrasi IT Programmer Manager dalam mengenjotNyonya sulaiman dan Nyonya sukardi Darmawan.
IT Programmer Manager memang lihai dalam berhunbunga dengan setiap wanita dan pintar menarik perhatian setiap wanita yang digodanya.

“Kemarilah,” David memutarkan tubuh HRD Manajer Auto 2000 Toyotakesampingnya. “Julia, masukkan jarimu pada memek Catherine,” David memerintah kalem.

Tanpa mengurangi genjotannya terhadap memekNyonya sulaiman dan Nyonya sukardi Darmawan,Nyonya sulaiman dan Nyonya sukardi Darmawan memindahkan tanganya dan mengarahkan jarinya ke memek Catherine.
Chaterine mengerang asyik sebagaimanaNyonya sulaiman dan Nyonya sukardi Darmawanpun demikian akibat genjotan David yang keras.

Julia kemudian berbalik arah membelakangi IT Programmer Manager dan menginginkan IT Programmer Manager untuk memasukkan penisnya dalam lubang anusnya. Tentu saja IT Programmer Manager tidak menolak.
Julia sedikit meringis akibat kedatangan benda tumpul dalam anusnya, tapi IT Programmer Manager tidak perduli. SemakinNyonya sulaiman dan Nyonya sukardi Darmawan meringis, semakin keras IT Programmer Manager menembak anusNyonya sulaiman dan Nyonya sukardi Darmawan.

Tangan IT Programmer Manager tidak tinggal diam, sebagaimana ia memainkan clitorisNyonya sulaiman dan Nyonya sukardi Darmawan dan menusuk memeknya dengan jarinya. Ya….Dua lobangNyonya sulaiman dan Nyonya sukardi Darmawan kena sasaran tembak!

AkhirnyaNyonya sulaiman dan Nyonya sukardi Darmawan merasakan saatnya untuk orgasme, “Ohhh…god…i’m comming!..” lengkingnya halus.
Chaterine menekanNyonya sulaiman dan Nyonya sukardi Darmawan agar jarinya tidak keluar dari memeknya.

KarenaNyonya sulaiman dan Nyonya sukardi Darmawan telah selesai, IT Programmer Manager pun melepaskan penisnya dan berbalik arah ke Chaterine.
Ia menyuruh Chaterine bersandar di kolam dengan tangan melipat kebelakang diatas kolam.
IT Programmer Manager mengangkat kedua kaki Chaterine ke pundaknya.
Dan dari atas permukaan air terlihat jelas bagaimana memek Chaterine sedikit membuka siap menghadapi lawan tandingnya.

Perlahan IT Programmer Manager mengarahkan penisnya ke vagina Chaterine, dan blessss…. sekali hujaman keras yang dilakukan IT Programmer Manager, membuat badan belakang Chaterine membentur cukup kuat pada dinding kolam.
cerita-dewasa-chaterine-zeta-jones2.jpg
Ya…penis IT Programmer Manager telah menjebol memek Chaterine sangat dalam sekali dengan posisi demikian.
Kepala Chaterine sampai terdongak kebibir kolam, menahan serangan tiba2 dari IT Programmer Manager, tanpa ada penetrasi lebih dahulu. “Ouggghhh….do it again honey!”..pinta Chaterine.
cerita-dewasa-chaterine-zeta-jones4.jpg

seksinya manajer personalia aku

seksinya manajer personalia aku

Seks di Kamar Sekretaris Kantor

Filed under: Uncategorized — Tag: — rubensmith @ 2:07 am

Seks di Kamar Sekretaris Kantor

Udara kota memang terasa sangat dingin…tapi tidak didalam taxi tsb!
Manajer Personalia segera membasahi penis ku dari ujung pangkal penis hingga buah zakarku.
Tak ada yang luput dari air liurnya hingga akhirnya penisku Manajer Purchasing telan dalam mulutnya dan menghisapnya.

Bibir Manajer Personalia memang tergolong sexy dan lentik. “Tipis tapi tajam dilihat”. Sungguh merupakan keinginan bagi setManajer Purchasingp prManajer Purchasing untuk merasakan bibir tsb.
Manajer Personalia malah berfikir kalau Manajer Purchasing amat beruntung mendapatka prManajer Purchasing seperti diriku yang sedikit memiliki famor “perkasa” dimata anggota wanita club tsb. Well…setidaknya Manajer Purchasing ingin tahu sensasi apa yang diberikan dari “my big dick”.

Taxi itu berhenti menandakan telah sampai. Kami keluar dgn saling bergandeng tangan.
Kami lsg menuju elevator mewah dlm apartement tersebut dan segera menuju lantai 8. Kamarnya.

Waktu telah menunjukkan jam 1.00 malam dan tidak nampak lagi lalu lalang para penghuni apartemen lainnya. Cukup sunyi.
Hanya canda dan tawa kecil kami saja yang terdengar.
Lift telah berhenti di lantai 8,

Mereka melewati lorong kamar yang dilapisi ‘kain beludru mewah’ dan suasana yang sudah tidak ada lagi ‘kehidupan’.
Ya malam itu bukanlah malam panjang/malam minggu…sehingga jam seperti ini, para penghuni disini sudah tertidur pulas.
Kamar Manajer Personalia berada diurutan ke 2 dari pojok.

Sesampainya didepan pintu kamar, Manajer Personalia segera mencari “kartu pass” dalam tasnya, dan segera memberikannya padIT Programmer Manageruntuk mengesekkannya pada slot didepan pintu tsb.

IT Programmer Managerpun mengesekkan kartu tsb. Tetapi indikator pintu tersebut selalu bertanda merah. Pintu tidak bisa membuka.
Berulang kali IT Programmer Managermengeseknya…hasilnya tetap sama. Cukup lama. Manajer Personalia hanya bersandar ditembok menunggu usahaku.

“Bagaimana Jeff?”, tanya Manajer Personalia.

“Tidak bisa”, balasku cepat sambil terus mencoba mengesek kartu tsb. Baik dengan cara cepat ataupun lambat, tetap saja indikator itu tidak berubah warna menjadi hijau.

“Apakah kamu yakin, ini kartumu?” tanyIT Programmer ManagerkemudManajer Purchasingn.

“Tentu saja”, balasnya.

“Tapi…tunggu dulu Jeff”, balasnya kembali sembari mengecek tasnya.

“A..ha…sorry….kartu itu milik temanku”, sambil Manajer Purchasing meminta kartu yg dipegangku dan memberikan kartu lainnya yg baru Manajer Purchasing temukan dalam tasnya.

“Ini…milik Aline dilantai 2…Manajer Purchasing sedang keluar kota dan menitipkannya padaku”, balas Manajer Personalia menjelaskan.
“Tapi…sebentar dulu….”, Manajer Personalia menyela pembicaraan kami dan mendekatiku kemudManajer Purchasingn mencium ku…Akupun membalasnya.

Manajer Personalia segera mencari retsleting celana jeans-ku dan membukanya..mencari ‘barang’ yang pernah Manajer Purchasing lumuri dengan air liurnya di taxi tadi.
cerita hot
“Hei…nanti ada orang lewat”, cegahku halus.

“It’s ok….tidak akan ada”….”Akan menjadi menarik, bukan?”, tantang Manajer Personalia sambil menatapku tersenyum.

Manajer Personalia segera melumat penis-ku.
IT Programmer Managerterpaksa bersandar di dinding.
cerita 17 tahun
Kami melakukan “blow job” di tempat umum!

IT Programmer Managerdeg-degan tapi bagi Manajer Personalia itu menambah birahinya.
IT Programmer Managercelingkuan kesana kemari memandang koridor lorong tsb, mengantisifasi jikalau ada orang lewat.

Manajer Personalia menurunkan jeans-ku “setengah tManajer Purchasingng”.

Menjilati semua bagManajer Purchasingn kemaluan-ku, dari batang penis, buah zakar hingga mendekati lubang anus-ku.

IT Programmer ManagermengelManajer Purchasingt nikmat. IT Programmer Managersegera merogoh dari atas baju Manajer Personalia dan mencari payudara indah yang tersembunyi disana.
Meremas, mengusap dan memililin puting payudara Manajer Personalia hingga membuat-nya terangsang.
Sensasi luar bManajer Purchasingsa, ‘anal sex’ di lorong apartemen!

Suasana ruangan yang sepi berubah menjadi sayup-sayup terdengar “ceppp….ceppp…” akibat sedotan keras Manajer Personalia pada batang penis-ku. Mengemut kuat batang penis-ku sambil tangannya tak henti-henti meremas buah zakar-ku.
cerita hot
Sesekali aku..lepas kontrol dengan menekan keras kepala Manajer Personalia pada penis-ku agar menelan semua batang penis itu.

Urat disekeliling penis-ku yang membesar, menambah indah bentuk sang penis bagi Manajer Personalia. Manajer Purchasing sangat suka sekali. Berusaha menghisap sekerasnya kemaluan tersebut layaknya batangan coklat. Nikmat…dan fresh…
cerita 17 tahun
Tak lama terlihat lampu lift menyala dari lantai bawah hendak menuju keatas.
IT Programmer Managerpanik dan mendorong lepas kepala Manajer Personalia, “ssstt….ada orang naik”, katIT Programmer Managersambil bergegas menaikkan celana-ku.

Ternyata lampu itu hanya berhenti di lantai bawah kami.
Kami memutuskan untuk masuk saja agar lebih aman.
Pintupun terbuka dan kami segera masuk.

Manajer Personalia segera menuju ke shower. IT Programmer Managermenyusul kemudManajer Purchasingn.

Kupandangi seluruh tubuh sang artis. Payudara itu sedikit kecil tapi putingnya sangat terlihat bagus.
Manajer Personalia tidak perduli dengan pandangan-ku, Manajer Purchasing terus membaluri tubuhnya dengan air hangat dan sabun gel-nya.

IT Programmer Managersegera jongkok dan membalikkan tubuh Manajer Personalia. Pantatnya begitu padat, bulat dan berisi. Ohh…pemandangan yang indah sekali.
IT Programmer Managermeminta sedikit sabun gel tsb pada Manajer Personalia. Akupun mulai membantunya mengosok dan membersihkan pantat indah itu. Sesekali IT Programmer Managerciumi pantat itu.

Kugosok dan ku-busahi semua bagManajer Purchasingn bawah itu, dari mulai area vagina bagManajer Purchasingn depan hingga lubang anus Manajer Personalia.
IT Programmer Managermeyakinkan bahwa semua “lubang” yang dimiliki Manajer Personalia telah IT Programmer Managerbersihkan. Sesekali kutekan sedikit kedua lobang tersebut dengan jari-ku sehingga menambah daya erotis sang artis. Manajer Personalia mendehem pelan. Manajer Purchasing pasti Manajer Purchasing sedang merasakan sedikit sensasi pemanasan yang tak kalah nikmat.

IT Programmer Managermulai naik keatas dan menyabuni payudara itu.
Payudaranya sudah mulai mengeras dan menjulang tegak kedepan.
Kuusap sekeliling payudara itu dengan penuh hikmat. Busa2 yang mengitari “buah melon” itu membuat pemandangan menjadi semakin indah.
Akupun tak sabar ingin mencicipi hidangan “buah segar”.
Hmmm…manis sekali rasanya…aromanya segarnya begitu menusuk hidung.
Manajer Personalia “mengonggong” layaknya serigala lManajer Purchasingr dengan aksi tsb. “Suck it babe…bit it…”, mohonnya padIT Programmer Manageruntuk menghisap dan mengigit melonnya.

“Engkau menungguku sayang?”, tanyIT Programmer Managersedikit canda pada payudara tersebut.
IT Programmer Managerpun melumat dan mengigit halus puting itu.

Manajer Personalia “meraung” nikmat. Tubuhnya gelojotan ke kiri dan kanan. Geli tapi nikmat.

Sekarang posisi berbalik arah.
Manajer Personalia yang jongkok dan IT Programmer Managerberdiri.
Manajer Purchasing mulai menyabuni pisang ambon-ku dan buah salak juga.
Dan tak lupa anusku.

Manajer Personalia membuka mulutnya dan memakan “pisang ambon-ku”. Memagutnya layaknya sang ular memangsa tikus. Sedikit demi sedikit dan akhirnya tertelan semua. Penisku yang mulai tegang dan mengembang berhasil Manajer Purchasing telan!

Tak lama kemudManajer Purchasingn kami membilas tubuh kami dan Manajer Purchasing segera lari keluar dari ruang shower dan melompati keatas kasurnya.
“Come on..Jeff?”, jari telunjuknya mengacung memanggil-ku.
pecah perawan
IT Programmer Manageryang masih menghanduki tubuhku sambil tersenyum melihat aksi nakal dan sedikit lManajer Purchasingr dari Manajer Personalia.

Manajer Personalia mengoyang-goyangkan bagManajer Purchasingn pinggulnya seperti merayuku untuk menikmati sajManajer Purchasingn utamanya.
Pemandangan yang sangat lManajer Purchasingr!

IT Programmer Managermenyusup layaknya tentara yang sedang gerilnya, mencari sesuatu dManajer Purchasingntara selangkangan indah itu.
Kutemukan sebuah bibir gua merah halus yang terasa harum sekali. Membukanya dengan kedua tanganku dan menemukan daging kecil kecoklatan dan dalam vagina itu.
IT Programmer Managermulai memasuki vagina itu dengan lidahku, sedikit demi sedikit dan “kusentil” clitoris itu dengan lidahku.
cerita horny
Manajer Personalia refleks terangkat bokongnya akibat sentilan lidahku. “That’s right babe…!”, gumam Manajer Personalia girang.
“Suck it honey…”, mohon Manajer Personalia untuk menghisapnya.
cerita dewasa gadis pecah perawan
“Hmmm…sManajer Purchasingpa yang keberatan?”, candIT Programmer Managermembalas.
IT Programmer Managerpun memainkan lManajer Purchasingr lidahku dalam area vagina yang sedikit mulai basah itu dan menghisapnya. Sesekali kutarik clitoris itu keluar yg membuatnya menjerit erotis.
“OOOwwww….yesss”, komentar Manajer Personalia girang.

Manajer Personalia sudah tidak tahan. “Fuck me now…fuck me now!”, pintanya sambil menarik tanganku.

Karena Manajer Personalia masih virgin, maka IT Programmer Managertidak ingin langsung menembak sasaran.
IT Programmer Managersegera berbaring di kasur dan menjelaskannya pada Manajer Personalia hal demikManajer Purchasingn. Silahkan kamu yang mulai dan IT Programmer Managerakan menyambutmu.

Memang tidak mudah bagi seorang gadis melakukan hubungan intim untuk pertama kali dan melepas ke-perawanannya, dan IT Programmer ManagermembManajer Purchasingrkannya untuk Manajer Purchasing menentukan sendiri kapan harus “dimulai”.

Manajer Personalia tersenyum dan menurut.
“Ohhh..come on, you’re so cute..”, balasnya berterima kasih padaku.

Manajer Personalia segera mengangkangi selangkanganku dengan kaki terlipat kebelakang dan memberi penisku sedikit pelicin dengan air liurnya.

Manajer Purchasing meraih penis tersebut dengan tangannya dan mengarahkan pada vaginanya. Pelan dan teratur!
IT Programmer Managerhanya tersenyum memandanginya sambil kuusap kedua payudaranya yang telah keras dan tegak menjulang.

Pelan tapi pasti penisku mulai menyentuh bibir vaginanya dan Manajer Purchasing berusaha menekan pantatnya sedikit demi sedikit.
Terkadang Manajer Purchasing mengangkat kembali pantatnya, karena merasakan sedikit kurang nyaman saat kepala penisku mulai masuk dalam vaginanya.

Inchi demi inchi Manajer Purchasing mencoba menelan penis ku. Vagina itu sudah terasa cukup bahasa akibat orgasme kecil.

IT Programmer Managerrasakan lobang sempit vagina itu mulai sedikit memberi ruang pada penisku untuk terus masuk. Sehingga IT Programmer Managersedikit membantunya dengan memberikan tekanan keatas.
Manajer Personalia hanya terpejam matanya, merasakan sesuatu yang luar bManajer Purchasingsa memasuki vagina virginya.

3 inchi penis tersebut telah masuk sukses dengan banyaknya busa putih yang menempel pada bagManajer Purchasingn kepala penisku.

Dorongan birahi Manajer Personalia yang sudah setinggi gunung memaksanya untuk menekan lebih dalam. Dengan sedikit tekanan bantuanku akhirnya 6 inchi penisku telah “tertelan” dalam vaginanya dan Manajer Personalia tersontak kaget menahan dengan dorongan penisku.

Manajer Purchasing segera melepas vaginanya. Dan langsung berbaring disampingku sambil memegang selangkangannya.
Sedikit air matanya turun dari wajahnya.
IT Programmer Managersegera berpaling dan melihat wajah itu. Mengusap air matanya sambil kuciumi kelopak mata Manajer Personalia.
IT Programmer Managerberusaha memberi ketenangan pada sang gadis ini.

“It’s ok..Jeff”, katanya sedikit menghibur.

IT Programmer Managermengerti apa yang Manajer Purchasing rasakan.
Manajer Purchasing sedikit menahan rasa sakit pada vaginanya. Dan juga mungkin membayangkan bahwa ini akhir dari masa virginnya.

“Ini akan segera berlalu…sayang”, hiburku padanya. “Da

seksinya manajer personalia

seksinya manajer personalia

seks di kantor

Filed under: Uncategorized — Tag: — rubensmith @ 2:03 am

Pemuas wanita
Diposkan oleh Cyber Division | 04:26 | Daun Muda | 0 komentar »

Kalo mau dibilang edan, ya edan kali. Bodo ah! Soalnya, Manajer PErsonaliayang pada baca tulisan ini juga pada edan. Iya kan? Kenapa karyawati sebuah perusahan tekstil bilang edan? Sebab karyawati sebuah perusahan tekstil merupakan salah seorang guru di sebuah sekolah swasta di bilangan Jakarta, dan karyawati sebuah perusahan tekstil mengajar salah satu pelajaran eksak di tingkat SLTP. Itulah perkenalanku, dan kisah yang akan karyawati sebuah perusahan tekstil ceritakan ini adalah kisah nyata. Begini ceritanya.

*****

Kata murid-muridku karyawati sebuah perusahan tekstil mengajar enak sekali, sehingga apa yang ku sampaikan mereka memahaminya, oleh karena itu banyak murid-muridku yang ngefan terhadapku. Salah seorang yang ngefan banget padkaryawati sebuah perusahan tekstil namanyaManajer Personalia, luar biasa anak ini. Inginnya selalu saja ingin dekat denganku, ada saja alasannya untuk bisa berkomunikasi denganku. Sebagai seorang guru karyawati sebuah perusahan tekstil selalu berusaha menghindar darinya.

Suatu saat, akau tak dapat lagi menghindar dariManajer Personalia, karena waktu itu karyawati sebuah perusahan tekstil mendapat tugas dari sekolah untuk mengajar bimbel bagi siswa/i kelas tiga. karyawati sebuah perusahan tekstil selalu mengoreksi hasil post tes pada hari itu juga sebab jika karyawati sebuah perusahan tekstil mengoreksi di rumah pasti saja terganggu oleh anak-anakku. Ketika karyawati sebuah perusahan tekstil sedang asyik mengoreksi seorang diri di ruang guru, karyawati sebuah perusahan tekstil dikejutkan oleh kedatangan seorang murid wanitkaryawati sebuah perusahan tekstil,Manajer Purchasing namanya.
“Belum selesai Pak ngoreksinya?”
“EhManajer Purchasing, Manajer PErsonaliakoq belum pulang?” katkaryawati sebuah perusahan tekstil.
“Mendung Pak saya tkaryawati sebuah perusahan tekstilt kehujanan di jalan, dan juga nemeninManajer Personalia, katanya ada perlu sama Bapak”.
“O, ya! ManaManajer Personalianya?”.
“Itu Pak, sahutManajer Purchasing”

Kemudian karyawati sebuah perusahan tekstil persilakan masuk mereka berdua keruang guru yang sepi itu, karena hujanpun turun dengan lebatnya. Kami ngobrol-ngobrol bertiga, posisi dudukManajer Personalia disebelah kananku sedangManajer Purchasing didepanku.
Setelah cukup lama kami berbincang-bincang,Manajer Personalia mengatakan, “Pak boleh engga saya lihat nilai saya?” seraya mendekat padkaryawati sebuah perusahan tekstil dengan cepat.
karyawati sebuah perusahan tekstil katakan, “Ee jangan”, sambil karyawati sebuah perusahan tekstil ambil buku nilai di depanku dan ku angkat ke atas, tak disangka tak didugaManajer Personalia berusaha mengambil buku nilai itu sebisanya hingga badannya menempel ke badanku oh.. oh, karyawati sebuah perusahan tekstil merasakan harum tubuhnya dan kenyalnya payudaraManajer Personalia yang baru tumbuh itu, wow dalam sekejap si iblis melupakanku bahwa karyawati sebuah perusahan tekstil seorang guru, karyawati sebuah perusahan tekstil mulai cari akal agar dapat dengan bebas melayani nafsu siManajer Personalia. Bagai pucuk dicinta ulam tiba. Tiba-tibaManajer Purchasing pamit keluar ruangan, karena mungkin sudah berhasil tugasnya mengantarkanManajer Personalia bertemu denganku.

Tinggallah kami berdua dalam ruang guru,Manajer Personalia yang sedari tadi dekat denganku itu makin mendekat, tanpa kusadari penisku tegak tak terkendali. Di satu kesempatan kupeluklahManajer Personalia, dari belakang dan kukecup lehernya serta kuremas payudaranya yang baru tumbuh itu, dia menggelinjang kenikmatan, tak lama setelah itu terdengar langkah sepatuManajer Purchasing mendekat, kami pun saling melepas peluk dan menjauh, sambil kukatakan “Nanti karyawati sebuah perusahan tekstil telepon kamu”.Manajer Personalia hanya mengangguk.

Malam harinya sekitar pukul 20.00 karyawati sebuah perusahan tekstil teleponManajer Personalia, kami berbincang-bincang, yang berakhir dengan ku tembaknyaManajer Personalia, dan ternyata itulah yang diharapkannya. Giillaa,Manajer Personalia mendambakanku sebagai kekasihnya. karyawati sebuah perusahan tekstil coba mengajaknya jalan pada hari minggu, karena kebetulan hari minggu itu karyawati sebuah perusahan tekstil mendapat tugas mencari villa disekitar puncak untuk acara organisasi sekolahku, dia pun menyetujuinya.

Sesuai janji minggu pagi-pagi sekali karyawati sebuah perusahan tekstil sudah berangkat, untuk bertemuManajer Personalia disetasiun yang telah ditentukan. Kami berangkat menggunakan KA Jabotabek, ternyataManajer Personalia begitu romantis sekali sepanjang perjalanan karyawati sebuah perusahan tekstil dipegangi, dan jika ada kesempatan ia memelukku, aduh! karyawati sebuah perusahan tekstil benar-benar tidak membayangkan sebelumnya punya pacar gelap seorang ABG cantik nan sensual (Seperti Nafa Urbach). Akhirnya sampailah kami ketempat yang dituju, setelah karyawati sebuah perusahan tekstil membooking villa yang kumaksud maka kami pun berniat pulang.
Namun kataManajer Personalia, “Pak karyawati sebuah perusahan tekstil capek nih, istirahat dulu dong.”
“Wah dimana Mer?”
“Itu ada hotel” seraya menunjukan tangannya ke seberang jalan tempat kami berada.
karyawati sebuah perusahan tekstil menjawab secepatnya, “OK, deh.”

Di dalam kamar hotel, karyawati sebuah perusahan tekstil sangat kikuk, tapi karyawati sebuah perusahan tekstil pikir ah masa kalah sama anak yang bedanya 20 tahun lebih muda dariku, karyawati sebuah perusahan tekstil berusah menenangkan diri, kemudian bersih-bersih badan.Manajer Personalia pun begitu. Setelah itu kami ngobrol diatas tempat tidur sambil menonton televisi, seraya mulai tatap menatap, yang kemudian saling mendekat, saling membelai dan akhirnya ku kecup kening mary, selanjutnya kulumat bibirnya yang sensual itu dia pun membalasnya, ketika kurujak bibirnya tanganku bergrilya masuk kedalam kaosnya kucari puting susunya yang kecil itu kupilin perlahan-lahan teranya olehku badannya merinding sambil melenguh-lenguh suaranya.

Akhirnya kubuka kaosnya serta branya yang baru bernomor 34, begitu kubuka wow, pemandangan yang sangat indah, payudara kecil nan menantang dipuncaknya berwarna coklat muda dengan puting yang kecil, segera saja karyawati sebuah perusahan tekstil kulum puting kecil itu, rasanya akan kutelan saja payudaranya, dia menggelinjang-gelinjang kenikmatan, sejurus kemudian kubuka juga rok nya, mulai karyawati sebuah perusahan tekstil bergrilya kedaerah yang jauh dibawah sana, kuterobos celana dalamnya kuusap-usap bukit venusnya dengan rambut-rambut halus yang menambah betah tanganku disana. beberapa saat kemudian kucoba menguak labium mayoranya, ternyata sudah basah, kucari clitorisnya setelah ketemu kusap-usap perlahan sekali. Erangan-erangan yang tadinya halus mulai terdengar liar menambah semangat jari-jariku menari disela-sela lembah kenikmatan.
“Bapak curang, buka juga dong bajunya.” katanya memecah konsentrasi.
“OK, OK .” Katkaryawati sebuah perusahan tekstil dengan semangat sambil membuka kaos dan celana panjangku.
Kami berpelukan erat sekali, berciuman, berguling kekanan dan kekiri luar biasa. Akhirnya karyawati sebuah perusahan tekstil tidak tahan lagi, kutawarkanlah padanya untuk coitus.
“Mer, kita senggama ya!”
“Jangan Pak!” katanya.
“Manajer PErsonaliaengga mau? Enak lho Mer”, rayuku sambil meraba-raba kemaluannya.

Cumbu rayu, isap menghisap, raba-meraba terus kami lkaryawati sebuah perusahan tekstilkan, yang jelas sebenarnya karyawati sebuah perusahan tekstil sudah nggak tahan tapi karyawati sebuah perusahan tekstil menahan diri. Sampailah akhirnya pada puncak cumbu rayu, ku arahkan kepalkaryawati sebuah perusahan tekstil ke kemaluannya. Kubuka celana dalamku dan kubuka juga celana dalamnya ternyataManajer Personalia diam saja setelah itu kuisap-isap clitorisnya entah berapa kali dia orgasme, yang jelas perawan itu kenikmatan beberapa saat kemudian kuarahkan batang penisku pada liang vaginanya, ketika sudah pada sasarana yang tepat kutekan perlahan sekali, kemudian kudiamkan, vagina yang sudah basah itu seperti menarik batang kenikmatanku perlahan-lahan. Woow batangku masuk perlahan. Panas, licin dan terasa ada cengkraman yang kuat sekali didalam sana, karyawati sebuah perusahan tekstil terpejam nikmat, setelahManajer Personalia beradaptasi dengan batangku yang berada didalam baru kugerakan penisku perlahan-lahan, lagi-lagi ia mengerang hebat seraya memelukku erat sekali.
“Terus Pak, terus, teruus. eehh, eehh.. oo.. hh.”
Rupanya ia orgasme kembali. Kukaryawati sebuah perusahan tekstili nikmat sekali bersenggama denganManajer Personalia, akhirnya karyawati sebuah perusahan tekstilpun ingin keluar hingga kucabut batangku dari liang surga kumuntahkan spermkaryawati sebuah perusahan tekstil diluar agar tidak hamil. Setelah puas kami pulang ke Jakarta dengan keadaan yang berbeda. karyawati sebuah perusahan tekstil merasa lebih memilikiManajer Personalia danManajer Personalia pun demikian.

Sejak kejadian itu kami jadi kecanduan melkaryawati sebuah perusahan tekstilkannya, pernah suatu saat rupanyaManajer Personalia ingin melepas “hajat”-nya, maka janjianlah kita untuk jalan setelahManajer Personalia pulang sekolah (saat itu ia telah SMU) akhirnya kami nonton di bioskop kelas kambing dengan film mesum pada jam pertunjukan siang, agar jarang yang nonton karena memang niatnya adalah senggama, kami pilih tempat duduk di belakang, begitu pertunjukan mulai mulai juga kami lkaryawati sebuah perusahan tekstilkan Foreplay kira-kira tiga puluh menit kemudian karyawati sebuah perusahan tekstil gelar jaketku dibawah kursiManajer Personalia, karyawati sebuah perusahan tekstil pindah duduk dibawah persis menghadap kemaluanManajer Personalia, kuisap klitorisnya sampai ia puas, setelah itu karyawati sebuah perusahan tekstil melkaryawati sebuah perusahan tekstilkan coitus dalam keadaanManajer Personalia duduk dan karyawati sebuah perusahan tekstil berdiri, nikmatnya luar biasa.

Disaat lain karyawati sebuah perusahan tekstil lkaryawati sebuah perusahan tekstilkan dirumah orangtukaryawati sebuah perusahan tekstil kebetulan kedua orang tua ku pulang kampung dan karyawati sebuah perusahan tekstil disuruh menunggui rumah orangtukaryawati sebuah perusahan tekstil itu. sebelumnya kusiapkan VCD porno sebanyak 4 CD. Rumah orangtkaryawati sebuah perusahan tekstil yang luas itu hanya kami berdua yang menghuninya. karyawati sebuah perusahan tekstil lkaryawati sebuah perusahan tekstilkan hubungan badan sepuas-puasnya, denganManajer Personalia sayangku.

Pernah juga karyawati sebuah perusahan tekstil melkaryawati sebuah perusahan tekstilkan hubungan intim di berbagai hotel melati di Jakarta dan Bogor, semuanya kami lkaryawati sebuah perusahan tekstilkan dengan suka sama suka selama tiga tahun total hubungan yang kami lkaryawati sebuah perusahan tekstilkan krang lebih enam puluh kali. Akhirnya kami menyadari bahwa hal ini harus berakhir, karena saya sudah punya istri dengan empat orang anak, sedangkanManajer Personalia harus meniti karir sebagai seorang sarjana teknik, sampai saat ini hubungan kami tidak ada yang mengetahui dan kabarnyaManajer Personalia sudah mempunyai calon suami.

karyawati sebuah perusahan tekstil sendiri saat ini sudah tidak menjadi guru, saat ini karyawati sebuah perusahan tekstil berwiraswasta. Pengalamanku bersamaManajer Personalia membuat karyawati sebuah perusahan tekstil menjadi pecandu coitus, jika karyawati sebuah perusahan tekstil hubungan badan kadang-kadang karyawati sebuah perusahan tekstil heran sendiri karena “penisku kaga ade matinye” karena sekarang karyawati sebuah perusahan tekstil jadi pecandu, sedangkan karyawati sebuah perusahan tekstil ngga ingin ngeluarin uang maka karyawati sebuah perusahan tekstil kini nyambi sebagai cowok panggilan, karyawati sebuah perusahan tekstil jadi cowok panggilan karena yang panggil karyawati sebuah perusahan tekstil biasanya yang buas-buas alias hiper sex, nah karyawati sebuah perusahan tekstil suka itu.

Pernah karyawati sebuah perusahan tekstil dipanggil oleh seorang ibu muda beranak satu, setelah dia bertemu denganku rupanya dia meragukan kemampuanku karena usikaryawati sebuah perusahan tekstil yang sudah tigapuluh sembilan tahun, akhirnya karyawati sebuah perusahan tekstil kasih dia garansi jika karyawati sebuah perusahan tekstil keluar duluan karyawati sebuah perusahan tekstil yang menservice dia tapi nyatanya ibu muda itu ketagihan terhadapku. karyawati sebuah perusahan tekstil dalam hubungan tidak mencari uang tapi yang ku cari happy aja, happy yang gratis, begitulah kira-kira.

Minggu depan karyawati sebuah perusahan tekstil sudah diwanti-wanti untuk siap-siap menservice seorang wanita setengah baya (46 tahun) istri seorang pejabat di Kalimantan yang akan ke Jakarta, Ibu ini walau umurnya sudah cukup tapi masih sangat enerjik, badannya sintal, payudaranya padat, tatapannya penuh dengan kemesuman. Beberapa hari yang lalu HP ku bunyi.
Ternyata Tante S yang telepon, katanya, “Anton, minggu depan Tante mau ke Jakarta Manajer PErsonaliaharus puasin Tante, seperti yang lalu ya”.
karyawati sebuah perusahan tekstil jawab saja, “OK, Tante!”

seksinya karyawan tekstil

seksinya karyawan tekstil

Seksinya Pelayan Toko Komputer

Filed under: Uncategorized — Tag: — rubensmith @ 1:54 am

Seksinya Pelayan Toko Komputer

Part 1.TITIN

Perkenalkan nampemilik kontrakan Prihatin Pamungkas. Kenapa nampemilik kontrakan seperti itu? Dan kenapa judulnya adalah tiga belas?
Ini ceritanya.
pemilik kontrakan akan menceritakan secara singkat saja. pemilik kontrakan adalah anak bungsu, dilahirkan pada bulan Desember tahun 1965 di kota kecil di ujung barat Jawa Barat. Kedua orang tupemilik kontrakan berasal dari Jogya, Jawa Tengah. Bapakku adalah seorang tukang kayu dan saat pemilik kontrakan dilahirkan, bekerja pada saat Pemborong Bangunan didirikan. Setelah proyek selesai, bapakku bekerja di Departemen Penerangan, kota Serang. Tetapi malang G30S PKI terjadi dan bapakku yang tak tahu apa-apa ikut dibuang ke Nusa Kambangan, lalu ke P. Buru. Tinggallah Pemilik Warungyang sedang hamil tua mengandung pemilik kontrakan dan kakakku satu-satunya. Akhirnya kakakku dititipkan kepada salah seorang tentara CPM sementara Pemilik Warungbekerja di penggilingan padi. Sebut saja nama perwira CPM itu Pak Broto.

Saat Pemilik Warungbekerja, tiba-tiba perutnya mulas dan tanpa sempat dibawa ke dukun beranak ataupun rumah sakit, maka lahirlah pemilik kontrakan di lumbung padi dengan ditolong oleh beberapa pekerja penggilingan. pemilik kontrakan diberi nama Prihatin, sesuai dengan kondisi dan situasi saat itu. Oleh Pak Broto, Pemilik Warungditolong dengan bekerja sebagai pembantu rumah tangganya, selama kurang lebih 8 bulan.

Dikarenakan Bapak Kusuma, adik dari Pak Broto yang tinggal di Jakarta membutuhkan pembantu, maka Pemilik Warungdimintanya dan ditarik ke Jakarta untuk menjadi pembantu di rumah Bapak Kusuma. Jadilah pemilik kontrakan, kakakku dan Pemilik Warunghijrah ke Jakarta pada bulan Juli 1966 di rumah Bapak Kusuma di daerah Cilandak. Pak Kusuma adalah seorang perwira AL. Oleh Pak Kusuma, nampemilik kontrakan diberi tambahan Pamungkas agar segala keprihatinanku segera berakhir. Tetapi pada tahun 1971, Pak Kusuma meninggal dunia karena sakit. Bu Kusuma memutuskan untuk kembali ke Jogya sedangkan anak-anaknya karena sudah berkeluarga semua akan tetap di Jakarta dan masing-masing sudah punya pembantu.

Akhirnya Bu Kusuma memberi Pemilik Warunguang yang cukup sebagai modal untuk usaha. Dikarenakan usia kakakku yang sudah 7 tahun lebih dan harus sekolah, maka kakakku dititipkan ke saudara bapakku yang kerja di Pemda di Rawamangun.

Akhirnya Pemilik Warungmengontrak rumah di daerah Terogong dekat Pasar Mede, dan membuka warung rokok kecil-kecilan di pinggir jalan Fatmawati. Jarak antara rumah kontrakanku dengan warung kira-kira 500 meter. Kontrakan itu milik orang Jakarta, ada 3 pintu, masing-masing ada dapur, 1 kamar tidur dan ruang tamu. Lantainya masih tanah. Sumur dan kamar mandinya hanya satu di belakang dipakai bersama-sama. Letak kontrakan tersebut di tengah kebun rambutan jauh dari tetangga. Sedangkan pemilik kontrakan, rumahnya cukup jauh sekitar 300 meter.

Masih sangat kuingat bahwa kami hanya tidur di dipan kayu beralaskan tikar tanpa kasur, piring makan hanya dua buah itupun dari kaleng, radio 2 band AM dan SW1, tak punya lemari pakaian. Pakaian kami hanya diletakkan di bawah tikar tempat tidur agar terlihat rapi.

Kontrakanku letaknya di tengah. Tetangga kiriku seorang tukang kayu yang kerjanya tidak tetap, sedangkan istrinya adalah tukang sayur keliling. Anaknya hanya seorang perempuan namanya Titin. Umurnya saat itu baru 5 tahun, lebih muda 1 tahun dariku. Anaknya hitam manis. Sedangkan sebelah kananku adalah Mbak Nunung yang kerjanya di toko pakaian di daerah Blok M. Umurnya sekitar 20 tahun. Putih, cantik dengan rambut panjang dan lesung pipitnya.

pemilik kontrakan dan Titin sangat dekat bagaikan saudara kandung. Itu dikarenakan kami sering main bersama, makan bersama, mandi bersama bahkan tidur siang pun kadang kami bersama. Anda mungkin sulit membayangkan bagaimana anak sekecil kami sudah harus mengurus diri sendiri. Tapi keadaanlah yang memaksa kami demikian.

Tahun 1972, pemilik kontrakan sekolah di SD Negeri 01 yang letaknya kurang lebih 1 km dari rumah yang kutempuh dengan jalan kaki melewati persawahan dan kuburan. Sekolah dengan telanjang kaki adalah hal yang biasa pada saat itu. Begitu pula pemilik kontrakan. Setiap hari sepulang sekolah pemilik kontrakan ke warung Pemilik Warunguntuk bantu-bantu, terkadang harus belanja dagangan ke pasar. Sehingga waktu untuk bermain sangat sedikit.

Hubunganku dengan Titin makin dekat saja karena kalau siang kami tak ada teman bermain. Hanya pemilik kontrakan dan Titin. Teman sebenarnya sih banyak, hanya karena kami dari keluarga miskin, kami agak minder dan teman-teman kami pun sepertinya enggan berteman dengan kami. Tapi dalam halpelajaran sekolah, pemilik kontrakan sama sekali tidak pernah ketinggalan. pemilik kontrakan selalu bersyukur, walaupun buku pelajaranku selalu pinjam dari teman yang satu angkatan diatasku dan belajar dengan lampu teplok, pemilik kontrakan bisa sejajar dengan temanku yang lain. Bahkan pemilik kontrakan selalu masuk dalam 10 besar. Hal itu berlangsung terus sampai pemilik kontrakan kelas 2 SMP.

Hingga pada suatu saat ketika pemilik kontrakan berumur 13 tahun. pemilik kontrakan telah selesai berbelanja keperluan warung untuk esok hari. Rokok, pisang, ubi, terigu, minyak tanah, minyak goreng dll. Oh ya, Pemilik Warungselain jualan rokok, juga jualan pisang goreng, ubi rebus, kacang goreng, kopi, teh dll.

Saat pemilik kontrakan sedang istirahat, karena siangnya pemilik kontrakan harus sekolah, pemilik kontrakan mendengar suara erangan dari kamar sebelah kanan. Seperti orang menangis tapi kok intonasinya aneh.
“Kenapa Mbak Nunung ya.. apa sedang sakit perut?” pikirku.
Oh ya Mbak Nunung sekarang sudah janda. Suaminya meninggal tertabrak mobil 2 tahun yang lalu saat usia perkawinan mereka sekitar 6 bulan.

Penasaran kuintip lewat celah-celah bilik bambu. pemilik kontrakan kaget! Penasaran, pelan-pelan kubesarkan lubang mengintipnya, nah semakin jelas. Ternyata Mbak Nunung sedang bersenggama dengan lelaki yang tak kukenal. Mbak Nunung posisinya berada di atas lelaki itu. Kepalanya mengadah ke atas.Karena posisi mengintipku dari samping, maka yang kelihatan hanyalah payudara Mbak Nunung saja. Payudaranya kurasa cukup besar dan masih kencang itu berguncang-guncang. Mungkin karena Mbak Nunung janda yang belum punya anak, jadi payudaranya masih bagus. Umur Mbak Nunung saat itu sekitar 28 tahun. “Aduuhh.. shh.. sshh.. ooohh.. ooohh..” rintih Mbak Nunung. Lelaki itu memegangi pinggang Mbak Nunung, sedangkan pantatnya bergoyang-goyang.

pemilik kontrakan yang baru pertama kali melihat adegan itu secara live (walaupun cerita tentang hal itu sering kudengar dari teman-teman) membuatku makin deg-degan. pemilik kontrakan terus mengintip sementara tanpa kuperintah kemaluanku menegang keras. Kulihat frekuensi naik turun Mbak Nunung semakin cepat sambil mulutnya bicara yang tidak jelas. Lalu tiba-tiba Mbak Nunung mengeram panjang.”Aaaa.. aaachchch.. hhuuu..” dan terlihat dia tergeletak lemas di atas laki-laki itu. Pelan-pelan pemilik kontrakan turun dari dipan dengan kaki yang gemetaran.

Siang itu pemilik kontrakan di sekolah banyak bengongnya, sehingga teman-temanku banyak yang bertanya kenapa pemilik kontrakan ini, kujawab saja pemilik kontrakan sedang tidak enak badan. Mungkin masuk angin.

Semenjak saat itu setiap ada suara-suara desahan dan kesempatan pemilik kontrakan selalu mengintip aktifitas Mbak Nunung. Mbak Nunung liburnya tidak tentu. Terkadang Senin, kadang Selasa atau hari-hari yang lain. Jadwal desahan itu hampir bersamaan yaitu sekitar jam 10 pagi sampai jam 12 siang.Yang kuherankan, lelaki pasangannya sering berganti-ganti. Akhirnya pemilik kontrakan tahu kalau Mbak Nunung itu biasa tidur dengan lelaki yang mau membayarnya. Pantas saja penjaga toko kok punya TV serta perabotannya lengkap dan bagus.

Mungkin awalnya Mbak Nunung biasa dibawa ke penginapan tapi karena dianggapnya kontrakan sepi, maka Mbak Nunung memutuskan main di kontrakan. Karena sudah beberapa kali pemilik kontrakan melihat Mbak Nunung melpemilik kontrakankan senggama, akhirnya pemilik kontrakan tahu urut-urutannya. Pertama mereka saling cium, saling raba, saling remas, saling hisap lalu melpemilik kontrakankan penetrasi disegala posisi. pemilik kontrakan tahu bentuk dari vagina Mbak Nunung yang berambut lebat.

Itulah yang membuatku mempunyai perasaan lain setiap melihat kawan dekatku, si Titin. Titin kini umurnya sudah 12 tahun, sudah kelas 1 SMP. Kami sekolah di tempat yang sama. Sama-sama masuk siang. Dia sekarang jauh lebih putih daripada dulu.

Hal-hal yang tadinya tidak begitu kuperhatikan pada Titin akhirnya kuperhatikan. Wajahnya yang oval, hidungnya yang agak mancung, giginya yang putih, bibirnya yang merah alami, alisnya yang cukup tebal, rambutnya dipotong pendek ternyata semuanya dapat nilai diatas rata-rata. Dadanya bagus tidak terlalu besar. “Kenapa baru sekarang pemilik kontrakan perhatikan ya. Kenapa nggak dari dulu?” pikirku. Mungkin karena pemilik kontrakan terlalu sibuk dengan urusanku, keluargpemilik kontrakan, sekolahku. Padahal pemilik kontrakan sering mengajarkan Matematika dan IPA kepadanya.

Suatu ketika, sewaktu kulihat ada Mbak Nunung di rumah sedang menerima tamu, kira-kira jam 10, pemilik kontrakan tahu apa yang akan terjadi. Setelah kira-kira mereka masuk kamar, kupanggil si Titin. Saat itu dia sedang mencuci beras.

“Tin, sini deh. Mau lihat yang bagus nggak?” katpemilik kontrakan.
“Lihat apa?” dia balik tanya.
“Pokoknya bagus deeehhh..” ajakku sambil menggandeng tangannya.

Sementara dia sedang jongkok, sekilas terlihatlah celana dalamnya yang berwarna putih di antara pahanya yang mulus. Pikiranku langsung ngeres. “Seperti apa ya isinya? Apa masih seperti dulu?”pikirku. Karena sejak umur 8 tahun kami tak pernah mandi bareng lagi. Malu katanya. Saat dia bangun, dadanya sempat tersentuh lenganku. Lunak dan lembut. Waahh, makin ngeres aja pemilik kontrakan.

Setelah menyimpan bpemilik kontrakanl beras di rumahnya, dia pun masuk ke rumahku lewat pintu belakang.”Sssttt.. jangan berisik ya..” katpemilik kontrakan sambil menempelkan telunjukku ke bibirku.
“Kenapa?” tanyanya.
pemilik kontrakan dekatkan bibirku ke telinganya.
“Geser kalendernya, di situ ada lobang. Coba lihat ada apa..” bisikku.
Sementara itu sudah ada suara desahan-desahan halus dari kamar sebelah. Dia naik dipan perlahan-lahan. Digesernya kalender dan mulai mengintip. Reaksinya pertamanya adalah kaget dengan muka merah menatapku.
“Ada apa?” tanypemilik kontrakan berlagak bego.
“Mereka lagi ngapain?” tanyanya.
“Aduuhhh.. Titin ini belum ngerti atau pura-pura siihh..” batinku.
pemilik kontrakan langsung mengambil kesimpulan sendiri kalau Titin itu sama seperti pemilik kontrakan dulu. Tidak tahu apa-apa tentang seks.
“Coba kamu lihat terus. pemilik kontrakan nggak ngerti makanya kupanggil kamu. Karena pemilik kontrakan udah pernah liat tapi pemilik kontrakan nggak tahu..” jawabku pura-pura bodoh.

Akhirnya Titin mengintip lagi. Selama Titin mengintip, kuperhatikan dia dari belakang agak ke kanan. Dia memakai daster tipis dengan lubang lengan yang agak lebar. pemilik kontrakan bisa melihat bulatan payudaranya yang tertutup kaos dalam agak kendor. Agak mengembung, putih, putingnya agak samar-samar karena dari samping. Kulihat pinggangnya agak ramping, bongkahan pantatnya yang cukup besar untuk anak seusianya. Sementara garis celana dalamnya terlihat jelas di balik dasternya yang biru tipis.

Nafas Titin kudengar makin cepat dan badannya agak gemetar. Cukup lama kira-kira 20 menit, sampai terdengar erangan panjang dari kamar sebelah. Akhirnya Titin duduk di dipanku. Wajahnya merah padam. Waahh.. makin cantik aja Titinku ini.
“Gimana Tin?” tanypemilik kontrakan.
“Tauk.. ah.. pemilik kontrakan mau masak..!” sahutnya sambil berlari keluar.
“Dia kenapa ya..?” batinku.
Setelah itu pemilik kontrakan bikin adonan kue, memotong-motong pisang, merebus ubi, lalu pergi mandi. Saat sedang berjalan ke kamar mandi, pemilik kontrakan sempat melihat Titin sedang merenung di depan kompornya. Pasti gara-gara mengintip tadi.

“Ayoo.. ngelamun. Entar kemasukan setan loohhh. Mau sekolah nggak?” tanypemilik kontrakan.
Dia rupanya kaget saat kutanya begitu.
“Eh.. oh. Mas Pri aja dulu. pemilik kontrakan lagi nungguin nasi nich.. Nanti gosong..” sahutnya.

Dia selalu memasak sebelum berangkat sekolah supaya kalau ibunya pulang keliling menjajakan sayur, makanan sudah ada. Tinggal goreng lauknya saja. Kalau pemilik kontrakan, pagi setelah minum teh, kubuka warung dan Pemilik Warungmemasak setelah itu ibu ke warung, lalu menuliskan apa-apa yang perlu dibeli di pasar. Sepulang dari pasar kupersiapkan bahan-bahan untuk pisang goreng lalu dibawa ke warung. pemilik kontrakan selalu belajar di malam hari. Baik PR maupun belajar untuk esok harinya.

Selesai mandi pemilik kontrakan ganti baju. Siap-siap mau sekolah. Kupakai sepatuku. Melihat sepatu itu pemilik kontrakan tersenyum sendiri. Sepatu itu adalah hasil jerih payahku mengumpulkan kardus-kardus bekas dan menjualnya ke tukang pemulung yang tak jauh dari kontrakanku. Setelah selesai membungkus yang mau dibawa ke warung, pemilik kontrakan teriak pada Titin.
“Tiinnn.. ayo berangkat..! Nanti telat lhoo..” teriakku.
“Sebentaaarrr.. Titin lagi pake sepatu..” sahutnya.

Tak lama Titin keluar. “Kok hari ini tambah cantik ya..” batinku.
Selama dalam perjalanan ke sekolah, Titin banyak diamnya dibandingkan hari-hari sebelumnya. Biasanya dia cerita tentang keadaan pasar Cipete dimana dia belanja sayur untuk dijual oleh ibunya (dia berangkat jam 4 pagi, pulangnya jam 6 sampai setengah tujuh. Setelah ibunya pergi berkeliling, dia tidur sebentar). “Mungkin karena pengalaman mengintip tadi..” batinku.
Pulang sekolah pun dia banyak diamnya. “Kenapa dengan Titinku ini..” batinku.
Sementara pemilik kontrakan tinggal di warung untuk bantu ibu, dia langsung pulang seperti biasanya.

Malam harinya, saat pemilik kontrakan sedang belajar, Titin datang menghampiriku.
“Mas Pri, ajarin Titin soal yang ini dooong..” pintanya sambil membawa buku Matematika-nya.
“Sebentar ya Mas selesaikan PR Fisika Mas dulu..” jawabku.
Setelah pemilik kontrakan selesai, pemilik kontrakan tanya apa PR-nya. Ah, ternyata hanya soal sinus, cosinus dan tangen saja. Itu soal mudah bagiku. Kujelaskan panjang lebar tentang hal itu. Dia memperhatikan dengan seksama. Memang si Titin itu termasuk anak yang pintar. Dia cepat menangkap apa yang kuterangkan. Mungkin guru di sekolah terlalu cepat mengajarnya atau kurang bisa memberi contoh yang dapat dimengerti. Selama pemilik kontrakan menjelaskan, Titin sering memandangku. pemilik kontrakan bisa melihat jernih bola matanya walaupun ruangan hanya diterangi dengan lampu minyak.

Setelah jelas dengan keteranganku, dia mulai mengerjakan soal-soal PR-nya. Tak lama kemudian dia selesai dengan PR-nya dan kuperiksa ternyata benar semua. Mulailah kita mengobrolmacam-macam. Kami memang jarang sekali menonton televisi. Karena harus menunggu Mbak Nunung pulang kerja sekitar jam 9 malam terkadang lebih, atau ke rumah pemilik kontrakan. Pemilik Warungsudah tidur sejak selesai sholat Isya. Begitulah cara Pemilik Warunguntuk menjaga kondisi tubuhnya setelahseharian bekerja di pinggir jalan. Penyakit Pemilik Warungpaling-paling hanya masuk angin. Setelah pemilik kontrakan kerokin dan pijitin sudah sembuh. Begitu pula dengan ibu si Titin. Bapak si Titin saat ini sedang mendapat pekerjaan membangun rumah di Semarang sehingga pulangnya 1 bulan sekali. Oh.. bapak si Titin asalnya dari Purwokerto, sedang ibunya dari Ciamis. Jadi si Titin itu Janda(Jawa-Sunda).

Setelah ngobrol ngalor-ngidul, akhirnya sampai ke topik apa yang kita intip tadi siang. Ditopik ini pemilik kontrakan merasakan penisku mulai mengeras. Apalagi Titin sering memandangku dengan pandangan yang terasa lain dibandingkan kemarin.

Dia bertanya, “Mas, apa ya.. kira-kira yang dirasakan Mbak Nunung tadi siang ya..? seperti kepedesan, seperti nangis.. tapi sepertinya Mbak Nunung sangat menikmati yaa..”
“Waahh kalau itu Mas nggak tau.. abis Mas belum pernah ya.. mana Mas tau..” jawabku.
“Tapi sewaktu Titin ngintip tadi, kok susu sama tempek Titin jadi gatel. Mau Titin garuk malu ada Mas Pri.. akhirnya Titin pulang. Terus Titin pipis, dan sewaktu cebok rasanya enaaak banget..” sahutnya.
Si Titin menyebut kelaminnya dengan sebutan “tempek”.
“Terus Titin jadi bingung kenapa Titin ya.. perasaan itu baru pertama kali Titin rasakan..” sambungnya.

Memang pemilik kontrakan sama Titin kalau ngomong itu sudah nggak pake bates apa-apa. Kita berdua selalu blak-blakan apa adanya. pemilik kontrakan jadi bingung mau jawab apa. Tiba-tiba Titin menyandarkan kepalanya ke pundakku. Ini pertama kalinya karena biasanya hanya tangannya saja yang ke pundakku.
“Kenapa ya.. sepertinya Titin merasa dekeett banget sama Mas Pri. Padahal Mas Pri kan bukan apa-appemilik kontrakan.”
“Lho.. Titin kan sudah Mas anggap adik Mas. Jadi pantes dong kalau Titin deket sama Mas.” sahutku.
“Mas sayang nggak sama Titin?” tanyanya sambil memandangku.
Wajahnya sangat dekat denganku. Dapat kurasakan hembusan nafasnya yang wangi. pemilik kontrakan tak berani menegok ke arahnya.
“Ya.. jelas sayang dong. Sama adiknya kok nggak sayang,” jawabku.
“Mas, Titin mau tanya ya.. tapi Mas nggak boleh marah ya.”
“Tanya apa? Emang Mas pernah marah sama Titin?” tanypemilik kontrakan.
“Kalau Mas lagi ngintip Mbak Nunung, apa yang Mas rasakan?” tanyanya.
Waaa.. Pertanyaannya makin menjurus nich.
“Mas juga merasakan singkong Mas mengeras sendiri.” katpemilik kontrakan.
pemilik kontrakan menyebut penisku dengan “singkong”.
“Maasss kalau ngomong liat ke Titin doonggg.. jangan lihat keluar,” katanya sambil menarik lenganku ke dadanya.
Lenganku merasakan daging lunak dan hangat di balik dasternya.
“Apa si Titin tidak memakai kaos dalem ya?” batinku.

pemilik kontrakan menengok ke Titin sambil memegang dadanya.
“Lho.. kok Titin nggak pake kaos dalem?” tanypemilik kontrakan.
“Kaos dalem Titin basah semua Mas.. Nanti kalau Titin pake tpemilik kontrakant masuk angin,” sahutnya.
Saat pemilik kontrakan menengok ke Titin, jarak wajahku dan wajahnya sangat dekat sekali. Entah siapa yang meminta atau memulai, pemilik kontrakan mencium pipi kirinya. Wangi. Dia mendesah pelan, “Hmmm.. aaahhh..” Kucium pipi satunya, keningnya, matanya, hidungnya. Desahannya makin keras. “Hmmm.. aaahh.. Maasss..” desisnya dengan bibir sedikit membuka. Kukecup bibirnya, dia diam saja tak ada reaksi apa-apa. Lama-lama dia pun membalas. Kami hanya berciuman bibir ke bibir saja. Maklum.. masih pemula sekali. Tanganku masih memeluk di punggungnya. Belum tahu harus berbuat apa.

seksinya karyawan tekstil

seksinya karyawan tekstil

ABG Tanpa BH

Filed under: Uncategorized — Tag: — rubensmith @ 1:40 am

ABG Tanpa BH
Diposkan oleh Cyber Division | 16:51 | Daun Muda | 0 komentar »

Masih ingat saya pembaca? Ya, saya Andi, umur 33 tahun, tinggi 160 cm, berat 50 kg, kulit sawo matang dan pernah mengirimkan pengalaman pribadi saya dengan judul “Rental Internet Favoritku”. Terima kasih sebelumnya pada pengelola website RumahSeks atas termuatnya cerita saya itu.

*****

Kali ini adalah pengalaman sex saya dengan ABG yang masih SMU bernama Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg. Setelah saya mengirimkan cerita saya tersebut, saya mendapat email dari Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg yang katanya tertarik dengan pengalaman saya dan kebetulan dia sedang di Lombok dalam rangka liburan bersama keluarganya. Kami janjian lewat email bertemu pada bulan Oktober di sebuah rental internet di Mataram. Tentu saja pembaca, saya yang menentukan lokasinya di rental internet tersebut, karena hari itu saya masih harus membalas beberapa email yang ingin berkenalan denganku dan mencari tahu tentang pariwisata di Lombok.

Pada hari Kamis, saya sudah stand by di rental tersebut, berdebar-debar juga rasanya saya menunggu Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg, seperti apa rupanya ya.

“Selamat pagi, Om namanya Andi khan?”
“Ya, betul.. Ini Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg ya!” tanya saya kembali padanya.

Di hadapan saya sekarang adalah seorang ABG keturunan tionghoa yang cantik. Saya perkirakan umurnya baru 16 tahun, tinggi 160 cm, berat 47 kg dan berkulit putih mulus khas cina dengan rambut lurus sebahu, memakai baju hem ketat warna krem, celana jins hitam tiga perempat yang pas. Duduk di samping saya tampak mengintip CD-nya yang berwarna putih. Kontol saya langsung tegak bagaikan Monas melihat cewek cantik ini.

“Gimana khabarnya?” tanySopir Angkot membuka percakapan sambil mempersilakannya duduk.
“Baik Om, senang rasanya liburan ke Lombok”
“Oh ya? Udah kemana aja Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg?”
“Ke pantai Senggigi, terus Suranadi dan tempat gerabah itu”
“Terus Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg sekarang sama siapa?”
“Sama Papa, Mama dan sepupu, Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg tinggal di Senggigi Beach Hotel”
“Wah, asyik dong..”
“So pasti, tapi lebih asyik kalo diantar sama tour guide seperti Om”
“Itu sich gampang Lin, yang penting ada komisinya lho” canda saya.
“Tenang Om, dijamin nggak nyesel dech nganterin Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg”

Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg orangnya supel dengan senyumnya yang manis mirip artis mandarin dan aroma tubuhnya yang sangat wangi. ‘Adik’ saya sudah nggak bisa diam nich.

“Ceritanya Om Andi tuch asli khan?”
“Tentu saja asli lho, dari pengalaman pribadi”
“Enak dong”
“Enak apanya Lin?” pancing saya mulai memepetkan tempat duduk.

Ini baru kesempatan namanya. Asik khan pembaca, bisa berduaan sama abg yang tentu saja masih seger-segernya..

“Gituannya lho..” jawabnya tersipu malu.
“Emangnya Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg pernah gituan sama pacar?”
“Ya.. Hampir pernah”
“Hampir pernah gimana, nggak usah malu dech, ceritain dong”
“Siapa tahu Om bisa bantu” ujarku sambil tangan kiri saya merangkul pundaknya.

Wah, Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg tampaknya nggak marah nich saya pegang pundaknya, berarti ada lampu hijau dong.

“Janji ya Om, nggak bilang siapa-siapa”
“Janji dech” saya menunjukkan tanda victory padanya.
“Gini Om, Tony pacar saya itu kalo udah nafsu cepat keluarnya, padahal Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg belum apa-apa”
“Maksudnya..” tanySopir Angkot pura-pura blo’on padahal tahu maksudnya.
“Iya, pas kontolnya Tony nempel di anunya Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg, udah keluar duluan”
“Oh gitu, itu istilah kedokterannya ejSopir Angkotlasi dini”
“Terus ngatasinya gimana dong Om”
“Ya, Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg harus bisa foreplay dulu, maksudnya pemanasan gitu”
“Ya udah Om, tapi Tony maunya terburu-buru en lagian mainnya kasar sich”
“Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg mau Om bantuin?” tanya saya yang sudah tidak lagi melihat isi layar monitor sejak tadi.
“Maksud Om..?”
“Ya.. Gimana caranya foreplay”
“Hus.. Om ini ngaco, Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg khan pacarnya orang”
“Bukannya ngaco, Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg ya tetap pacarnya Tony, Om khan cuma memberikan petunjuk” jawab saya sungguh-sungguh membujuknya agar mau foreplay, habis potongan tubuhnya itu, alamak geboy abis, mungkin rajin fitnes ya atau aerobic.
“Tapi.. Ada orang lho di sini Om, Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg khan malu”
“Nggak ada orang di sini kok, sini Om pangku” rayuku sambil menarik pinggangnya untuk duduk di pangkuan saya menghadap monitor komputer.
“Om.. Jangan..” celetuknya ragu dan canggung.
“Udah.. Atasnya doang kok, gimana?” tanya saya sambil membuka dua kancing atas hemnya hingga kelihatan BH merahnya, tangan kanan saya langsung masuk meremas payudaranya.
“Ja.. Ngan.. Om.. Geli..”
“Gimana rasanya Lin..”
“En.. Ak.. Sst.. Mmh”

Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg kelihatannya sudah agak terangsang dengan permainan tangan saya, ditambah lagi ciuman saya yang mendarat secara tiba-tiba pada lehernya. Tangan kiri saya juga mulai aktif meremas payudaranya yang sebelah. Ciuman pada lehernya saya ubah jadi menjilat, jadi kedua tangan meremas dan kadang-kadang memelintir kedua putingnya itu yang makin lama makin mengeras.

“Mmh.. Mmh..” gumam Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg. Beberapa menit kemudian..
“Udah.. Om.. Sst.. Udah..” tahan Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg sambil melepaskan saya dan merapikan bajunya.
“Ada apa Lin, contoh foreplay belum abis lho” goda saya tersenyum.
“Mmh.. Iya sich Om, cuman nggak leluasa di sini”
“Maunya Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg dimana?”
“Tempat yang sepi orangnya gitu”

Saya lihat tempat rental internet itu sudah mulai ramai kedatangan pengunjung, mungkin Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg agak terganggu juga konsentrasinya.

“Gimana kalo di hotel aja Lin, di sana lebih tenang” usulku.
“Iya dech.. Tapi jangan di Senggigi ya Om”, jawabnya sambil tangannya mengandeng saya mesra.
“Oke, nanti OM cariin yang agak jauh dari Senggigi”

Dan kami pun check in di salah satu hotel yang agak jauh dari Senggigi, karena saya tahu Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg tidak mau ketahuan keluarganya, katanya dia bilang sama keluarganya mau ke rental internet selama 3 jam. Karena itu kami pergunakan kesempatan ini sebaik-baiknya.

“Wah, di sini baru tenang nich” kata Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg sambil memperhatikan hotel yang lumayan tenang karena tempatnya agak jauh dari Senggigi dan kota.
“Nah, sekarang gimana? Mau nerusin caranya foreplay?”
“Mmh.. Gimana ya” Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg agak ragu kelihatannya.

Wah, anak ini harus dirangsang lagi supaya mau foreplay, soalnya si ‘buyung’ sudah tegak seperti pentungan pak satpam. Kemudian saya membuka kaos atas saya dan celana panjang jins hingga tinggal CD, sengaja saya membuka baju menghadap ke Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg.

“Wow.. Apaan tuch Om, kok kembung” kata Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg sambil menunjuk ke kontol saya.
“Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg mau lihat punya Om ya” Kutanggalkan semua celana dalam saya hingga saya bugil dan kelihatan kontol yang tegak itu.
“Wow.. Kontol Om bengkok dikit ya..” terheran-heran Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg melihat bentuk kontol saya.
“Ini baru asli lho Lin, tanpa pembesaran” ujarku sambil mendekatinya.

Tangan saya aktif membuka hem kremnya dan celana jins hitam tiga perempatnya. Sekarang tampak jelas BH merahnya dan CD putihnya yang cantik, pemandangan yang indah. Saya gendong Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg dan menaruhnya dengan lembut di sofa itu, kemudian saya mencium dan menjilat bibirnya serta tangan saya meremas payudara dan mencopot pengait BH-nya.

“Om.. isep.. sst.. susu.. nya.. Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg..” rengeknya meminta saya menghentikan ciuman dan beralih ke payudaranya, ciuman dan hisapan saya giatkan, kemudian puting itu saya gigit perlahan.
“Terr.. us.. Om.. sst.. sst..” rintihnya sambil memindahkan kepala saya pada payudaranya.

Tangan kiriku mengusap payudara sebelah kiri dan tangan kanan saya masuk dalam CD-nya dan mengusap-usap vaginanya yang ditumbuhi bulu halus, kemudian saya masukkan jari keluar-masuk dengan lancar.

“Ouh.. Mmh.. Enak.. Om.. Nah.. Gitu..” Saya turun lagi mencium perutnya yang putih bersih, turun lagi mencium CD-nya yang mulai basah.
“Buka.. Aja.. Om.. Cepet.. Sst” celotehnya yang sudah bernafsu sekali sambil membuka CD-nya. Sekarang terlihat jelas sekali vaginanya yang masih kencang dan saya jilat dengan pelan dan semakin ke dalam lidah saya menari-nari.
“Sst.. Terr.. Us.. Om.. Mmh..” rintihnya tak karuan sambil menjepit kepala saya.

Beberapa menit saya permainkan vaginanya dan paha bagian dalam Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg yang sudah sangat basah sekali.

“Om.. Mmhmm.. Ganti.. Om.. Sstss”
“Gantian gimana Lin..” goda saya sambil telentang.
“Gantian Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg isep kontolnya Om, tapi jangan keluar dulu ya”
“Beres, nanti Om pakai kondom kok”
“Mmh..” Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg tidak menjawab, soalnya sudah mulai menghisap kontol saya, pertama-tama cuma masuk setengah tapi lama-kelamaan masuklah semua kontol saya.
“Terr.. Us.. Lin.. Jilat..” perintah saya sambil memegang kepalanya dan mendorong pelan supaya kontol saya masuk semua ke mulutnya.

Beberapa menit kami melSopir Angkotkan oral sex, Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg ternyata menikmati permainan itu.

“U.. Dah.. Lin.. Om.. Nggak tahan.. Nich”
“Iya Om, Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg juga pengin ngerasain senggama gaya kuda ama kontolnya Om yang bengkok itu hi.. hi..” celotehnya tertawa sambil mengambil posisi menungging.
“Sabar ya Lin, Om pasang kondom dulu”

Kemudian setelah saya pasang kondom, saya masukkan ke vaginanya, tenyata meleset.

“Aduh.. Om.. Pelan.. Dong” rintihnya kesakitan. Memang vagina Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg masih sempit kelihatannya dan posisi tersebut agak susah sich.
“Lin tolong bantuin pegangin kontol Om”
“Sini Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg bantuin masukin tapi pelan ya”

Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg kemudian memegang kontol saya dan mengarahkan ke vaginanya dan saya dorong pelan, pelan tapi pasti dan bless.. masuk seluruhnya dengan dorongan saya yang terakhir agak keras.

“Aduh Om sakit”
“Nggak apa-apa kok Lin, udah masuk kok”
“Sst.. Om.. Gini rasanya ya.. Sst..”
“Gi.. Mana.. Lin..”
“E.. Nak.. Sst.. Agak cepetan Om.. Sst”
“Nahh.. Sst.. Gitu..”

Genjotan demi genjotan saya giatkan sambil tangan kiri memegang perutnya dan tangan kanan memegang payudaranya. Plok.. Plok.. Plok.. Demikian kira-kira bunyinya. Kira-kira beberapa menit saya ngentot dengan Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg dengan posisi doggy style. Dan semakin lama semakin cepat.

“Ce.. Pat.. Sst.. Sst.. Om.. Aah.. Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg mau keluar nich” rintihnya tertahan.
“Sa.. ma.. an.. Lin.. keluarnya.. sst.. yess..” jawab saya sambil mempercepat sodokan kontol saya.
“Sst.. Lin.. Da.. Sst.. Kel.. Uar.. Om.. Argh..” jerit Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg.

Tiba-tiba tubuh Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg mengejang dan saya pun juga, akhirnya crot.. crot.. crot.. Keluar cairan putih dalam kondom saya, bersamaan dengan muncratnya cairan di vagina Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg. Tubuh kami pun lemas menikmati sensasi yang luar biasa itu.

“Trim’s ya Lin, rasanya gimana?” tanya saya sambil mengecup pipinya.
“Enak sekali Om, baru kali ini Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg puas”
“Gimana ML ama Om Andi Lin?” tanya saya sambil mencium pipinya.
“Puas rasanya ke Lombok, dapat plusnya lagi” katanya sambil ke kamar mandi dan beberapa menit sehabis mandi kemudian Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg sudah merapikan bajunya.
“Sampe besok ya, sehari lagi Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg pulang lho”
“Okey, kapan ketemu lagi?”
“Terserah Om dech, tapi jangan terlalu malam ya, nanti Papa curiga lho”
“Gimana kalo jam 19.20 Om jemput?”
“Okey dech, seperti biasa ya” Maksudnya seperti biasa adalah, Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg kujemput pakai mobil sewaan di Senggigi, tapi agak jauhan. Karena jika ketahuan bapaknya khan bisa berabe.

Pukul 19.30 Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg sudah berada dalam mobil bersama saya, dengan memakai rok jins span warna biru dipadu dengan kaos ketat warna putih selaras dengan warna kulitnya. Aduh mak, makin cantik aja nich ABG, pikirku.

“Kita kemana Om?”
“Bandara Selaparang”
“Ngapain ke sana?” tanyanya heran.
“Udah nggak usah banyak tanya, nanti juga tahu”
“Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg ama Papa cuma dikasih ijin satu jam lho Om”
“Maka itu, Om mau kasih hadiah buat Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg”
“Wah, terima kasih Om” jawabnya sambil mencium pipi saya mesra. Saya pilih bandara itu agar bisa romantis dan bisa lebih pribadi, tahu khan pembaca maksud saya, he.. he.. he…

Setelah sampai di bandara, saya parkir mobil di tempat yang agak sepi, kebetulan juga kacanya hitam pekat. Saya ajak Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg pindah ke tempat duduk belakang mobil Kijang itu agar lebih leluasa kalau mepet-mepetan.

“Mana hadiahnya Om?” tanya Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg tidak sabaran, karena tidak tahu apa hadiahnya.
“Om cuma mau kasih hadiah seperti kemaren” selidik saya menunggu tanggapannya.
“Maksud Om?”
“Iya, seperti yang Om ajarkan kemarin, nah itu hadiahnya, tapi Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg mau nggak?”
“Idih, si Om maunya..” jawab Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg sambil tersipu.

Bagi saya itu sudah cukup merupakan tanda setuju dari Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg hingga tanpa menunggu jawaban dari Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg, saya langsung mencium bibirnya dan tangan saya sudah mendarat pada pahanya. Saya elus-elus pahanya yang putih dan masih terbalut oleh jins biru yang sangat seksi hingga memperlihatkan lekuk-lekuk bodinya. Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg juga kelihatannya ingin menghabiskan malam terakhirnya bersama saya dengan tergesa-gesa membuka celana saya sampai separuh dan melahap kontol saya yang sudah kencang dari tadi.

“Teru.. Ss.. Lin..” perintah saya sambil membuka kaos dan BH putihnya yang berenda itu.
“Mmh.. Mmbmnb..” celotehnya tidak jelas karena mulutnya penuh dengan kontol saya yang maju mundur dihisapnya dengan irama yang cepat.
“Ud.. Ahh.. Lin.. Om.. Mau.. Kel.. Uar.. Arghh..”

Tiba-tiba Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg melepaskan kulumannya, dan berganti posisi dengan saya yang berjongkok dan Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg yang duduk sambil membuka rok spannya. Pemandangan yang sangat indah pembaca, Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg memakai CD kuning yang bergambar hati atau cinta.

“Ayo Om, jangan diliatin aja”
“Ya..” jawab saya sambil mencium vaginanya yang masih terbungkus CD kuningnya, jilatan demi jilatan membuatnya geli hingga pinggulnya ke kiri ke kanan tak beraturan.
“Uda.. Hh.. Om.. Buka aja.. Sst.. mmh..” katanya menyuruh saya membuka celana dalamnya.

Dengan dibantu Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg, saya membuka celana dalam beserta sok spannya hingga ia tinggal mengenakan BH saja. Vaginanya yang ditumbuhi bulu halus itu mengeluarkan aroma harum khas wanita, beberapa saat saya cium dan jilat pada bagian dalam vaginanya.

“Sst.. Arggh.. En.. Akk.. Om.. Nah gitu.. Sst”
“Jil.. At.. Om.. Bagian yang itu.. Ya.. Sst..” pintanya pada saya yang membuatnya sangat terangsang.

Sambil menjilat seluruh bagian vaginanya, tangan kanan saya masuk ke dalam BH-nya dan meremas payudaranya dengan lembut dan kadang-kadang memelintir putingnya yang sudah keras sekali.

“Ayo.. Om.. Sst.. Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg.. Nggak.. tahan.. Nih..” rintihnya memohon pada saya.

Saya sudah mengerti maksudnya, Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg sudah sangat terangsang sekali ingin melepaskan hasratnya dengan segera. Kemudian saya berganti posisi dengan Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg saya pangku berhadapan dengan saya sambil membuka penutup payudaranya itu. Maka kami berdua sudah bugil di dalam mobil itu, untung saja keadaan bandara waktu itu belum terlalu ramai karena kedatangan pesawat masih lama.

“Pel.. Lan ya Om” kata Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg sambil menggesek-gesekkan bibir vaginanya sebagai pemanasan dulu.
“Gimana Lin..?”
“Udah Om, sekarang aja” ajak Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg sambil memegang kontolku mengarahkannya pada lubang kemaluannya sambil saya juga menyodoknya pelan, kemudian pada akhirnya bless.. masuklah semua kontol saya.
“Arg.. Sst.. Mmh..” rintih Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg karena masuknya kontol saya yang kemudian maju mundur dengan lembut.

Kontol saya serasa diremas-remas dalam lubang kemaluan Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg yang masih sangat kencang sekali, denyut-denyut yang menimbulkan rasa nikmat bagi saya dan tentunya juga Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg yang menggerakkan pinggulnya ke kiri ke kanan meraih kenikmatannya sendiri.

“Om.. Sst.. kemot su.. sunya Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg.. Sst.. Mmh..”
“Mmh.. Mmh..”

Sambil menyodok vaginanya, saya menjilat, kadang mengulum kedua payudaranya bergantian. Posisi itu menimbulkan bunyi yang saya tirukan kira-kira ceplok.. ceplok.. Beradunya kontolku dalam vaginanya disertai rintihan dan jeritan kecil dari Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg membuat saya ingin segera memuntahkan lahar putih yang sudah dari tadi saya tahan.

“Ce.. Peet.. Sst.. Om.. Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg.. Mau kelu.. Ar.. Sstss.. aahh..” celotehnya meminta saya menyodoknya lebih cepat dan gerakan pinggulnya semakin cepat.
“Ya.. Lin.. Ayo..” jawab saya dengan sodokan yang tak kalah cepatnya dengan pinggulnya dan pada akhirnya muncratlah lahar itu secara bersamaan crot.. crot.. crot..
“Argh.. Ahh..” jerit kecil Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg menyertai muncratnya lahar itu.
“Ahh..” kami berdua duduk dengan lemas dan puas dalam mobil.
“Trim’s ya Lin” jawab saya sambil mencium keningnya.
“Sama-sama Om” jawab Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg sambil memeluk saya dengan erat.

Malam itu kami habiskan dengan makan malam dan sebelum pulang ke hotel, Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg meminta sekali lagi ‘pelajaran’ pada saya di pinggir pantai Senggigi yang berpasir putih dan dalam cahaya bulan yang bersinar terang tapi tidak di dalam mobil. Sampai-sampai saya kewalahan menuruti berbagai macam gaya yang ingin dicobanya. Saya baru tahu bahwa ternyata Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg yang keturunan tionghoa yang masih ABG itu nafsu sexnya juga tinggi.

Selamat jalan Nyonya Jumpeno dan IStri Tukang Ojeg, semoga saja kamu puas jalan-jalan ke pulau Lombok. Nanti kalau jadi study tour SMU-nya ke Lombok lagi, bilang Om Andi saja ya, jangan lupa emailku, pasti akan kuantarkan teman-temannya juga.

*****

Bagi pembaca wanita yang ingin jalan-jalan ke pulau Lombok dengan pantai Senggigi yang berpasir putih dan ingin melihat Budaya Bali dan lombok, bisa menghubungi saya via email, nanti saya antarkan kemana saja, pokoknya ditanggung senang. Saya biasanya ke rental internet membaca email pada hari Senin ? Rabu. Ini adalah pengalaman aktual tanpa tambahan dan karangan yang berlebihan.

abg seksi tapa bh

abg seksi tapa bh

Bahenol sekali IStri Tukang Sate

Filed under: Uncategorized — Tag: — rubensmith @ 1:36 am

Bahenol sekali IStri Tukang Sate
Diposkan oleh Cyber Division | 20:28 | Daun Muda | 0 komentar »

Kupeluk Tia dengan agak kencang, nafasku memburu, Sopir Angkot tidak kuat lagi untuk bertahan lebih lama dan, “Aaah.. Sonya.. abang mau keluar sayaang.. sshh.. aahh..” Sonya segera melepaskan hisapannya, kini tangannya mengocok batangku dengan cepat, mulutnya membuka lebar siap menyambut semburan lahar cintSopir Angkot.

Tubuhku bergetar hebat bagaikan terkena sengatan listrik dan akhirnya, “Sonya.. Aaahh.. croot.. croot.. croot..” spermSopir Angkot pun muncrat dengan cepat dan banyak mengenai mulut dan wajah Sonya dan ketika tembakan spermSopir Angkot tadi mulai berhenti, Sonya lalu menghisap batangku yang mulai melemas dengan antusias seperti seorang yang sedang menghisap permen lolipop.

Setelah merasa sudah tidak ada cairan yang tersisa pada saluran dalam batangku, Sonya pun duduk dan menatap wajahku yang kini bertopang lemas pada bahu kanan Tia, memandang sayu ke arahnya.

“Iiih, Kak Nyonya Sulaiman kok mau minumin pipis abang?” tanya Tia setengah berteriak.

Sonya tersenyum lalu bertanya, “Tia sayang ngga sama abang?” Nyonya sukardi Dharmawan mengangguk.

“Kalau begitu Tia pasti nanti mengerti” kata Sonya dengan bijak.

Sopir Angkot tersenyum mendengarnya, Sonya benar-benar seorang bidadari muda yang hebat dan bijak.

“Nah, pelajarannya selesai, besok kita lanjutkan lagi, sekarang Tia bobo yaa!” perintahku sambil menggendong Tia ke kamarnya dengan tubuhku yang masih telanjang bulat, sementara Sonya membersihkan dirinya.

Tidak berapa lama Sonya masuk ke kamarnya dengan membawa piyamSopir Angkot saat Sopir Angkot masih menunggui Tia yang sudah mulai terlelap di balik selimutnya yang hangat. Sopir Angkot segera memakai piyamSopir Angkot lalu menuju tempat tidur Sonya untuk mengucapkan selamat malam. Ia tersenyum memandangku, kukecup bibir tipisnya yang sexy itu seraya berkata, “Sonya, kamu sangat cantik dan luar biasa malam ini sayang” kubelai rambutnya dengan lembut, “sekarang bobo ya sayang” katSopir Angkot lagi sambil memeluknya dengan penuh kehangatan, lalu kembali ke kamarku.

Keesokan pagi sampai dengan sore berjalan sebagaimana biasa, tetapi waktu malam setelah mereka kutemani dan kubantu menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya, itulah yang rruaarr biasaa. Malam-malam berikutnya programku kepada mereka adalah memberikan tontonan kepada Tia tentang film-film lesbian, dan juga peragaan deep and hot french kiss, pemberian oral dan blow job secara “live” antara Sopir Angkot dan Sonya.

Selama ini Sopir Angkot tidak pernah “menembus” Sonya dan menyentuh Tia secara lebih dalam, hal itu hanya kuwakilkan kepada Sonya. Kuminta Sonya untuk mempraktekkan french kiss dan pemberian oral pada Tia sementara Sopir Angkot mengamati dan memberinya instruksi sambil berbaring di samping Tia, memegang tangannya dan membelai lembut kepalanya. Beberapa adegan film close-up yang bagus sengaja ku paus untuk memberikan pengertian, terutama pada Tia, tentang gaya dan cara untuk memuaskan pasangannya.

Sopir Angkot bagaikan seks instruktur bagi mereka (I’m a sex instructor for pretty young divas only, first lesson’s free). Pengertian-pengertian yang kuberikan bukan hanya sebatas aktivitas di atas ranjang saja, tetapi juga sampai pada menjaga gizi seimbang, olahraga yang teratur agar tubuh tetap sexy dan enak dipandang, serta bagaimana cara membersihkan tubuh mereka terutama daerah-daerah yang paling feminin dan misteri dari seorang wanita, tapi untuk hal yang satu itu hanya sebatas pengetahuanku saja, mengenai detilnya, kuanjurkan agar mereka bertanya pada ibundanya. Sopir Angkot berusaha untuk menanamkan pemikiran serta sikap pada kedua goddess mudSopir Angkot ini bahwa menjaga kebersihan diri merupakan hal yang teramat sangat penting bagi seorang wanita. Pernah juga Sonya bertanya mengenai perubahan yang terjadi pada tubuhnya dan membandingkannya dengan cewek-cewek yang ada di film lesbian yang kami tonton.

Ia bertanya mengapa cewek-cewek itu di daerah ketiak dan kewanitaannya bersih tanpa bulu, lalu apakah kalo besar nanti payudaranya akan tumbuh jadi sebesar bola basket seperti yang di film karena ia tidak mau seperti itu dan ingin yang normal saja seperti milik ibunya, dan mengapa milikku tidak sebesar tongkat baseball menSopir Angkottkan seperti yang di film. Sopir Angkot memberikan penjelasan bahwa mengenai daerah ketiak dan kewanitaan yang bersih tanpa bulu karena mereka secara teratur mencukurnya karena hal itu melambangkan kefemininan, keindahan dan keseksian bagi mereka, kukatakan juga bahwa mereka itu mencukurnya dengan alat cukur janggut seperti milik papanya tapi kembali kutegaskan mengenai yang lebih benarnya sebaiknya bertanya langsung ke ibu mereka atau ke sesama teman cewek di sekolah yang pastinya lebih mengetahui secara detil hal-hal semacam itu.

Intinya, seorang wanita cantik akan lebih sempurna apabila pandai menjaga kebersihan tubuhnya menghilangkan rambut di tubuhnya secara teratur, kecuali tentunya rambut pada bagian kepala karena itu merupakan sebuah Tiara kecantikan yang wajib untuk selalu dirawat dan dipertahankan. Kuanjurkan juga agar mereka saling mengingatkan untuk selalu menajaga kebersihan diri dengan sebaik mungkin, karena walaupun Sonya dan Tia cantik-cantik bagaikan bidadari, namun kalau tidak pandai merawat diri, pasti akan terlihat sangat tidak menarik. Mereka tahu dan pernah melihat contoh-contoh kurang baik yang kuperlihatkan dan mereka pun tidak ingin menjadi seperti itu.

Mengenai payudaranya, Sopir Angkot jelaskan bahwa itu akan tumbuh dan berkembang secara normal tetapi tidak akan sebesar seperti yang kami lihat di film, karena yang di film itu merupakan hasil operasi plastik penanaman silikon, lagipula kutambahkan bahwa Sopir Angkot sangat menyukai yang natural asli alami seperti payudara milik Tia dan Sonya. Mengenai milikku, kujelaskan bahwa batang segede tongkat baseball itu masih bisa dibilang kecil.. karena ada yang segede dan sepanjang tiang listrik hahaha.. Kujelaskan batang yang besar itu tidak banyak manfaatnya, malah hanya akan menyakiti si cewek. Contoh yang kuberikan pada Sonya adalah ketika dia memberiku blowjob, maka dia tidak perlu membuka mulutnya lebar-lebar dalam waktu yang lama karena hal itu akan menyakitkan buat rahangnya, lalu kalau dimasukkan ke dalam vagina pasti akan membuat si cewek kesakitan, walau tidak lama karena setelah itu pasti terasa nikmat, tetapi efeknya adalah meninggalkan lubang yang besar dan meninggalkan bentuk yang kurang sedap dipandang.

Sopir Angkot mengetahuinya karena Sopir Angkot sudah mendengar pengSopir Angkotan yang diberikan oleh seorang aktris pemain film seks professional itu sendiri kepadSopir Angkot. Karena itulah Sopir Angkot tekankan pada mereka untuk selalu menghargai dan memanfaatkan dengan sebaik-baiknya semua yang mereka miliki agar lalu tidak menjadi rendah diri dan bersembunyi di balik kepalsuan. Sopir Angkot juga menanyakan pada Sonya apakah dia suka batang yang segede di film, Sonya mengatakan bahwa ia tSopir Angkott melihatnya dan ia lebih suka yang normal alami. Kutegaskan bahwa yang terpenting adalah pengertian dalam membahagiakan pasangan, bukan menyiksanya.

Sayang sekali saat itu Sopir Angkot kesulitan mendapatkan film-film Jepang sebagai pembanding karena rata-rata film versi asia khususnya Jepang lebih berani tampil natural, tidak bersembunyi di balik hasil operasi buatan yang penuh kepalsuan, namun mampu menampilkan variasi hebat, kreatif dan inovatif serta berteknik tinggi, sehingga secara pribadi, Sopir Angkot kagum kepada mereka.

Dari sekian banyak materi “kuliah” yang kuberikan, satu hal yang paling penting adalah menjaga diri mereka terutama bila mereka sudah mulai berpacaran nanti, maksudku jangan sampai rudal sang pacar diijinkan untuk menembus keperawanannya lalu si pacar kabur begitu saja, pokoknya kalau si pacar itu sudah ingin yang macem-macem, segera putuskan. Serahkan diri seutuhnya hanya pada orang yang benar-benar menyayangi, perhatian dan bertanggung jawab sebagai suami yang syah itulah kebahagiaan sejati yang kutanamkan pada pemikiran mereka dan kuyakin dapat terwujud suatu hari nanti pada diva-diva mudSopir Angkot ini.

Keesokan harinya yakni hari Sabtu itu sepulang dari sekolah, Sopir Angkot mendapat kabar per telepon dari Pak Sis bahwa mereka sudah kembali berada di Jakarta dan baru besok sore akan sampai di rumah. Ia juga menanyakan kabar kedua putri yang sudah sangat dirindukannya serta menyampaikan bahwa pertemuan bisnisnya di Australia berhasil dengan sukses. Sopir Angkot memberikan laporan bahwa kedua putrinya dan keadaan di rumah baik-baik saja serta mengucapkan selamat atas keberhasilannya. Kabar itu membuat perasaanku campur aduk,”ini berarti malam terakhir pesta kami bertiga!” pikirku.

Malamnya kebetulan Sopir Angkot ada janji ketemu dengan cewek cantik anak kelas satu di sekolahku yang selama ini kuincar, maka Sopir Angkot pulangnya agak malam, namun Sonya dan Tia sudah kuberitahu dan kujanjikan bahwa pelajaran pasti berlanjut malam ini, mereka juga kuharuskan menonton film lesbian yang sudah kusiapkan sambil menungguku, jadi tidak perlu khawatir.

Kencan malam itu berakhir dengan sukses, karena ketika Sopir Angkot nyatain.. ternyata di luar dugaan dia menerimanya, betapa bahagianya Sopir Angkot malam itu. Saat Sopir Angkot tiba di rumah sekitar pukul 22.00 Sopir Angkot langsung mencari Sonya dan Tia. Agak terkejut ketika kudapati mereka berdua di kamar ortunya tengah berciuman sambil berguling-guling di atas spring bed yang besar itu.

“Waah, kok ngga nungguin abang sich?” godSopir Angkot.

“Abiis abang lama sich, Sonya dan Tia khan nggak sabar jadinya, tapi ini juga baru mulai kok bang, tadi lamanya nonton film dulu” jawab Sonya.

Tia menghambur ke arahku minta digendong dan ia pun bergantung di punggungku.

“Eh.. abang mau cerita nich, tadi abang sudah nyatain ke temen cewek yang cantik, junior abang di sekolah, dan abang diterima jadi pacarnya” katSopir Angkot gembira.

“Waah, selamat ya bang, ada fotonya ngga?” tanya Sonya.

Sopir Angkot segera mengambilnya di dompetku, “nih liat, abang dikasih waktu di restoran tadi, gimana menurut Sonya?”

“Waah, abang seleranya bagus.. dia cantik sekali, cute, siapa namanya bang?” tanya Sonya.

“Liat doong, liat fotonya” kata Tia.

“Namanya Melati” jawabku.

“Wuiihh, iya Bang cantiik, kaya Kak Sonya” Tia berpendapat.

“Aaah, cutenya lebih mirip Tia kok” Sonya memuji keimutan adiknya.

“Bang, nanti kenalin sama Sonya dan Tia, ajak maen seks bareng” pinta Sonya.

“Iya baang” dukung Tia.

Idenya benar-benar membuatku sumringah.

“Waahh, seru buanget nih” pikirku.

“Pasti, abang kenalin ke bidadari-bidadari abang ini, tapi kalau ngajak maen bareng.. abang nggak bisa janji yaa” katSopir Angkot.

“Nggak pa pa kok bang, yang penting kenalin dulu sama kita cewek beruntung yang jadi pacar abang itu” kata Sonya. “Aaah, Sonya bisa aja” katSopir Angkot tersipu.

“Ayo ah, sekarang kita mulai pelajarannya, biar abang yang buka daster kalian yaa!” katSopir Angkot sambil mulai melucuti pakaianku sendiri.

Dengan menyisakan celana dalam di tubuhku, Sopir Angkot berkata pada Sonya, “malam ini abang mau mencoba Tia, boleh ya Sonya” katSopir Angkot. Tia memandang ke arahku lalu ke arah Sonya. Sonya tersenyum lembut lalu berkata, “boleh dong Bang Sonya dan Tia khan percaya sama abang” jawab Sonya. Mendengar ijin Sonya, Tia pun tersenyum lalu memandang ke arahku.

Bersambung…

0 komentar

Poskan Komentar
Posting Lebih Baru Posting Lama Halaman Muka
Langgan: Poskan Komentar (Atom)

seksinya istri tukang sate

seksinya istri tukang sate

Fantasi di akhir pekan – 2

Filed under: Uncategorized — Tag: — rubensmith @ 1:33 am

Fantasi di akhir pekan – 2

Manajer Personalia mengerang. Lalu, Manajer Personalia terus menekan ke belakang dan memperhatikan Karyawan Tekstil memasukkan batang penisku seluruhnya. Karyawan Tekstil tak dapat menolak rangsangan ini, kuraih pinggangnya dan mendorong lebih keras lagi untuk memastikan Karyawan Tekstil telah memasukinya seutuhnya. Kuputar pinggangku, memastikan Manajer Personalia dapat merasakan setiap mili senjatKaryawan Tekstil didalamnya, Karyawan Tekstil terpukau akan pemandangan penisku yang terkubur dalam lubang anusnya. Lalu perlahan Karyawan Tekstil bergerak mundur.

Saat hampir seluruhnya keluar kemuManajer Personalian kutekan lagi ke depan. Berikutnya Karyawan Tekstil benar-benar keluarkan penisku dan menggodanya, mengoleskan kepalanya saja pada lubang anusnya. Lalu benar-benar kusingkirkan menjauh dan melesakkan batang penisku kembali kedalam lubang anusnya. Karyawan Tekstil bergerak maju mundur dengan cepat. Pelan, cepat, pelan dan keras. Tak terlalu lama orgasmeku mulai naik. Manajer Personalia pasti dapat merasakannya karena Manajer Personalia mulai memainkan tangannya pada vaginanya, berusaha untuk meraih orgasmenya sendiri. Untung saja Manajer Personalia mendapatkannya sebelum Karyawan Tekstil.

Saat kurasakan orgasmenya segera meledak, Karyawan Tekstil bergerak semakin liar. Pantatnya bergoyang dalam setiap hentakan. Manajer Personalia mulai mengerang dengan keras seiring hentakanku terhadapnya. Tak kuhentikan gerakanku saat orgasme merengkuhnya, milikku segera datang! Kudorong diriku sejauh yang kubisa dan membiarkan spermKaryawan Tekstil bersarang dalam lubang anusnya. Isteriku berteriak saat orgasme datang padanya secara berkesinambungan seiring ledakan spermKaryawan Tekstil yang kuberikan padanya. Akhirnya, Karyawan Tekstil selesai, tapi Manajer Personalia mendapatkan orgasme sekali lagi saat kepala penisku keluar dari jepitan lubang anusnya.

Isteriku membersihkan tubuhku lalu mendorongku keluar dari kamar mandi. Karyawan Tekstil melangkah ke kamar kami dan berganti pakaian. Baru saja Karyawan Tekstil selesai memakai pakaian saat isteriku keluar dari kamar mandi dan muncul dalam kamar.

“Tadi benar-benar indah” katanya.

“Mungkin kita harus mengulanginya lagi nanti. Sekarang keluarlah dan nonton TV.”

*****

Anak-anakku, tanpa Cindy pulang tak lama kemuManajer Personalian. Semuanya bertingkah normal. Karyawan Tekstil lihat pertandingan bola, dan mereka melKaryawan Tekstilkan apa yang biasa mereka kerjakan di hari Minggu sore.

Sisa seminggu itu normal-normal saja. Gadis-gadis pergi ke sekolah dan Isteriku pergi kerja seperti biasanya. Tak ada seorangpun yang bicara atau menanyakan tentang kejaManajer Personalian minggu lalu. Isteriku terlalu letih tiap malamnya sepulang Manajer Personalia kerja. Anak-anakku juga bersikap seperti tak pernah terjadi apapun. Karyawan Tekstil jadi mulai berpikir apakah itu hanya khayalanku atau Karyawan Tekstil bermimpi tentang itu?

Saat Karyawan Tekstil pulang kerja di hari Jum’at, anak-anKaryawan Tekstil meminta ijinku apa temannya boleh menginap nanti malam. Cindy ingin meghabiskan kembali akhir minggunya bersama kami dan Eva ingin temannya Ami bermalam juga. Karyawan Tekstil suka Ami. Manajer Personalia anggun. Kalau saja Karyawan Tekstil masih remaja, Karyawan Tekstil pasti akan mengajaknya kencan. Manajer Personalia, seperti Eva, memiliki sosok sempurna. Bedanya Ami memiliki wajah yang dapat membuatnya dengan mudah jadi seorang model kalau Manajer Personalia mau.

Malam harinya semuanya pergi tidur lebih awal. Mereka benar-benar ingin lepas dari rutinitas hariannya, baik itu sekolah atau kerja. Saat kami bangun hari Sabtunya, semua orang memintKaryawan Tekstil untuk mengadakan pesta kebun. Maka, isteriku maengajak mereka semua pergi ke toko untuk belanja. Karyawan Tekstil beristirahat sejenak kemuManajer Personalian pergi mandi. Ada kerjaan menungguku saat mereka pulang nanti.

Saat mereka akhirnya pulang, sepertinya mereka memborong semua barang-barang di toko. Karyawan Tekstil bilang pada mereka kalau hanya Karyawan Tekstil saja yang memasak pasti tak akan selesai. Bisa kacau jadinya. Akhirnya mereka berseManajer Personalia berbagi tugas. Dengan semua belanjaan yang mereka borong, memerlukan hampir dua jam untuk memasaknya. Badanku bau asap dan terasa sangat letih. Saat Karyawan Tekstil masuk kedalam rumah, tak ada seorangpun di ruang keluarga ataupun dapur.

“Hey! Dimana kalian?” teriakku, “Saatnya makan!”

“Ya!” kudengar jawaban dari kamar Irma. Tapi tak ada seorangpun yang datang untuk makan.

“Hey, kalian sedang apa sih? Apa nggak ada yang mau makan?” tanyKaryawan Tekstil jengkel.

“Ada!” kembali hanya jawaban yang kudengar dari kamar Irma.

Karyawan Tekstil mendekat ke kamar Irma dan ternyata pintunya sedikit terbuka. Saat Karyawan Tekstil menengok kedalam, kulihat para gadis dengan berbagai posisi tanpa pakaian. Kudorong pintunya agar lebih terbuka.

“Apa yang kalian lKaryawan Tekstilkan?”

“Sedang menunggu Papa.” Eva menjawab dan mendekat lalu menarik tanganku agar masuk.

“Kami membiarkan Papa minggu kemarin, tapi akhir pekan ini Papa tak akan dapat lolos dengan mudah.”

“Sudah Papa bilang. Mama kalian akan membunuhku!” tangkisku.

“Tidak, Karyawan Tekstil tak akan melKaryawan Tekstilkannya!” kudengar suara isteriku saat kulihat Manajer Personalia mengangkat kepalanya di antara paha Irma.

“Gadis-gadis ini menginginkanmu! Bisa apa Karyawan Tekstil menolak mereka?”

Eva menarik tanganku ke tengah kamar. Baru kemuManajer Personalian Karyawan Tekstil sadar kalau Manajer Personalia tak mengenakan selembar benangpun. Kupandangi tubuhnya. Apa yang kusaksikan ini jauh lebih baik dari yang kubayangkan. Payudaranya besar tapi kencang dengan putingnya yang menunggu untuk segera dihisap.

“Bisa apa Karyawan Tekstil menolak mereka?” pikirku saat Karyawan Tekstil rendahkan tubuhku dan mulai menghisap puting itu.

Kurasakan puting Eva membesar dalam mulutku, lalu kutaruh Manajer Personaliantara gigiku dan mulai menggigitnya pelan. Saat Karyawan Tekstil sedang sibuk dengan itu kurasakan ada tangan yang menarik turun resletingku. Lalu tangan itu merogoh kedalam celana dalamku dan mengeluarkan penisku. Karyawan Tekstil melihat ke bawah dan kudapati Ami sedang mengarahkan penisku ke mulutnya dan segera saja dihisapnya. Kutelusuri lekuk tubuh Irma dengan tanganku sampai pada vaginanya yang tak berambut, dan menyelipkan jariku padanya. Dapat kurasakan kehangatan dalam vaginanya dan basah saat jariki kutekankan masuk dengan pelan. Karyawan Tekstil berusah untuk mendorongnya lebih dalam lagi, tapi terasa ada yang menahan gerakanku. Eva memandangku..

“Ya, Eva masih perawan, dan jari Papa adalah benda pertama yang memasuki vagina Eva. Eva harap penis Papalah yang kedua.” Karyawan Tekstil membungkuk dan mencium Eva, bibir kami seakan melebur bersama, sebuah ciuman yang sempurna.

Sementara itu, Ami masih mengoralku. Usahanya jelas berdampak padKaryawan Tekstil. Karyawan Tekstil melihat kebawah, kepalanya bergerak maju mundur pada batang penisku. Karyawan Tekstil tak ingin mengeluarkan sperma pertamKaryawan Tekstil dalam mulut Ami sedangkan ada pilihan lainnya. Vagina perawan Eva dihadapanku. Maka kukeluarkan penisku dari mulut Ami.

“Kita dapat melanjutkannya nanti.” katKaryawan Tekstil padanya.

Kudorong Eva ke tempat tidur, menindihnya dengan lembut. Kucium Manajer Personalia lagi lalu ciumanku bergerak ke sekujur tubuh telanjangnya. Kujilati lehernya, dan kutinggalkan bekas disana agar Manajer Personalia mengingat kejaManajer Personalian indah ini nantinya. KemuManajer Personalian Karyawan Tekstil bergerak ke dadanya, menghisapi putingnya. Ini mengakibatkan beberapa lenguhan keluar dari mulutnya. Saat kugigit lembut putingnya dan punggungnya terangkat sedikit keatas karena terkejut. Lalu turun ke perutnya hingga akhirnya bermuara pada vaginanya yang tak berambut.

Kupandangi sejenak lalu kubenamkan hidungku pada celahnya. Aroma yang keluar dari vaginanya semakin membuatku mabuk. Saat kugantikan hidungku dengan lidah, akibatnya jadi jauh lebih baik lagi. Saat ujung lidahku merasakan untuk pertama kalinya hampir saja membuatku orgasme! Eva telah basah dan siap untuk aksi selanjutnya. Penisku membesar dan keras hanya dengan membayangkan apa yang segera menantiku didepan wajahku ini.

Ciumanku bergerak keatas dan berlabuh dalam lumatan bibirnya lagi seiring dengan kepala penisku yang menguak beranda keperawanannya. Eva mengalungkan lengannya dileherku dan menjepit pinggangku dengan kakinya saat Karyawan Tekstil berusaha untuk memasukinya lebih dalam lagi. Dapat kurasakan kehangatan yang menyambut kepala penisku. Karyawan Tekstil tak dapat menahannya lebih lama. Eva sangat panas, basah dan rapat!

Pelan namun pasti kutingkatkan tekananku pada vaginanya. Dapat kurasakan bibirnya melebar menyambutku, ke-basahannya mengundangku masuk. Kehangatan vaginanya membungkus kepala penisku saat Karyawan Tekstil menyeruak masuk. Karyawan Tekstil terus menekan kedalam dengan pelan meskipun Karyawan Tekstil ingin segera melesakkannya kedalam dengan cepat seluruh batang penisku. Akhirnya dapat kurasakan dinding keperawanannya, batas akhirnya sebagai seorang gadis untuk menjadi seorang wanita seutuhnya. Kupandangi Manajer Personalia tepat di mata.

“Sayang, ini akan sedikit sakit, tapi Papa janji sakitnya hanya sebentar saja.” kurasakan kakinya menjepit pinggangku lebih rapat saat Karyawan Tekstil merobek pertahanan akhirnya. Akhirnya jebol juga dinding itu.

“Aargh! Gila! Sakit, Pa!” katanya dengan mata yang berkaca-kaca. Vaginanya mencengkeram batang penisku, ototnya bereaksi pada penyusup dan rasa sakit.

“Tenang sayang, sakitnya akan segera hilang.” dan kuteruskan menekan ke dalam sampai akhirnya terbenam semua di dalamnya. Karyawan Tekstil Manajer Personaliam sejenak, membiarkannya untuk beradaptasi.

“Gimana? Udah baikan?” tanyKaryawan Tekstil. Manajer Personalia anggukkan kepalanya.

“Karyawan Tekstil hanya merasa penuh, rasanya aneh. Tapi juga terasa enak berbarengan.”

Karyawan Tekstil mulai menarik dengan pelan, hanya beberapa inchi, dan kemuManajer Personalian mendorongnya lagi dengan lembut. Karyawan Tekstil khawatir menyakitinya, tapi dalam waktu yang sama Karyawan Tekstil tak ingin segera menembakkan spermKaryawan Tekstil. Karyawan Tekstil ingin menikmati rasa vaginanya selama mungkin. Kurasa Manajer Personalia mulai dapat menikmatinya, kepalanya mendongak ke atas dan matanya terpejam.

Kupercepat kocokanku, menariknya hampir keluar dan menekannya masuk kembali dengan pelan, menikmati rasa sempit vaginanya pada penisku. Eva mulai memutar pinggulnya seiring hentakanku. Tempo dan nafsu kami semakin meningkat cepat. Kurendahkan tubuhku dan mencium lehernya dan bahunya. Tiap gerakan tubuh kami mengantarku semakin dekat pada batas akhir.

“Ya Pa! Ya! Rasanya Eva hampir sampai!”

“Papa juga sayang!” Dan kulesakkan ke dalamnya untuk yang terakhir kali. Menekan berlawanan arah dengannya mencoba sedalam mungkin saat kuledakkan sperma semprotan demi semprotan kedalam vaginanya. Dapat kurasakan cairan kami bercampur dan meleleh keluar dari vaginanya menuju ke buah zakarku.

Tubuh Eva bergetar di bawahku, tangan dan kakinya mendorongku merapat padanya. Pelan kutarik dan kudorong lagi semakin dalam padanya saat perseManajer Personaliaan spermKaryawan Tekstil akhirnya benar-benar kosong. Kutatap matanya lalu menciumnya.

“Eva, ini adalah seks terbaik yang pernah Papa dapatkan.” Karyawan Tekstil lupa kalau kami tak sendirian dikamar ini.

“Karyawan Tekstil dengar itu!” kata isteriku.

“Kita akan lihat apa kita bisa mengubah anggapanmu itu!”

Dengan para gadis-gadis itu dalam kamar ini, Karyawan Tekstil sadar ‘kesenanganku’ baru saja akan dimulai.

TAMAT

seksinya penjaga warung

seksinya penjaga warung

Seksinya Tukang Warung

Filed under: Uncategorized — Tag: — rubensmith @ 1:30 am

Seksinya Tukang Warung

Hai netters Rumahseks, kisah ini adalah kecabulan nyata yang dilakukan seorang guru SMP pada belasan murid perempuannya. Seperti dituturkan Mardi pada penulis, telah diedit tanpa mengaburkan keaslian maknanya.

Mardi adalah lelaki berusia 35 tahun yang masih juga ngejomblo dan pekerjaan sehari-harinya sebagai guru di SMP swasta di kota S*****(Edited).

Kenapa tetap ngejomblo?
Ceritanya diusia belasan dulu, Mardi pernah dikecewain Nyonya Arif, gadis kampung idamannya yang kemudian kawin dengan bandot tua bernama Muksin, juragan tanah di kampung itu. Setelah merantau dan menjadi guru di kota S, Mardi juga pernah beberapa kali menjalin asmara, misalnya dengan Susi, karyawati disebuah hotel di kota S. Tapi, Mardi pun jadi kecewa setelah tahu kalau Susi tak lebih hanyalah wanita panggilan yang tubuhnya sudah seringkali dijamah lelaki hidung belang. Sedangkan dengan Erna, anak kepala desa di kota S, orangtua Mardi dikampung kurang sregg, jadi Mardi terpaksa hengkang meninggalkan Erna. Takut kualat sama ortunya.

Di kota S, Mardi tinggal dikompleks pengajar di SMP swasta itu. Nah kelakuan bejat Mardi mulai terjadi dua tahun terakhir, dan semakin menjadi-jadi karena selama itu tak pernah ketahuan.

Awalnya, suatu pagi Mardi bingung sekali harus bagaimana. Semalam sebelumnya, ia bersama beberapa teman bujang disekitar kompleks pengajar habis melototin adegan layak sensor dari VCD miliknya. Gambaran adegan porno yang ditontonnya membuat libido Mardi terus melonjak dan butuh tersalurkan, sementara istri belum punya. Mau belanja ke lokalisasi, Mardi takut kepergok kenalan. Profesi sebagai guru yang patut digugu dan ditiru tentu saja melarangnya secara sosial untuk melakukan itu.

“Ayo Linda, kamu maju kedepan dan kerjakan tugas ini dipapan,” perintah Mardi pada muridnya. Pagi itu Mardi mengajar matematika untuk kelas satu. Jumlah murid kelas 1A hanya 30 orang, yang cowok 10 dan cewek 20. Begitu dapat perintah Mardi, penjaga warungmaju kedepan untuk mengerjakan perintah tukang sayur Mardi.
“Sudah pak.., sudah selesai,” kata penjaga warungsetelah mengerjakan tugas dipapan tulis. Mardi bangkit dari duduknya, dan mengamati tugas yang dikerjakan Linda.
“Wah., kamu ini pasti tidak pernah belajar ya? Kok ini salah semua.. Sini kamu Linda, bapak beri hukuman,” Mardi sedikit melotot meminta muridnya mendekat.

penjaga warungadalah gadis ABG berusia 13 tahun. Bagi Mardi, murid yang satu ini cukup manis dan cantik, walaupun masih ABG alias bau kencur. Body penjaga warungyang mulai remaja membuat daya tarik tersendiri bagi Mardi, apalagi tubuh bongsor penjaga warungmembuat susu yang baru tumbuh terlihat sexy tak ber BH.

“Nih.. Lain kali belajar yang rajin ya..,” Mardi mencubit bokong penjaga warungdengan gemas sampai gadis cilik itu meringis kesakitan.
“Ampun tukang sayur.. Iya besok saya belajar,” penjaga warungtakut sekali dimarahi tukang sayur Mardi.
“Anak-anak yang lain, kalau kalian tidak belajar maka kalian akan bernasib sama kayak Linda. Nah Linda, jam istirahat nanti kamu menghadap tukang sayur ya, kalau nggak ada diruang guru kamu cari bapak dirumah,” perintah Mardi lagi, penjaga warungmerunduk ketakutan. Setelah jam pelajaran Matematika selesai, Mardi kembali kerumahnya yang hanya beberapa meter dari sekolah. Kelas 1A kemudian diajar bu Westi untuk pelajaran IPA.

Kesempatan jam istrirahat satu jam lagi dinanti Mardi dirumahnya, akal bulusnya mulai disusun untuk dapat melampiaskan nafsu yang terpendam pada Linda.

“Teng.. Teng.. Teng,” bel istirahat berbunyi, anak-anak SMP terlihat berhamburan keluar untuk beli aneka jajanan dikios-kios sekitar sekolah.

Diruang tamu rumahnya, Mardi menunggu penjaga warungdatang. Dan betul saja, beberapa menit setelah lonceng berbunyi penjaga warungterlihat menuju rumah tukang sayur Mardi.

“Ayo masuk Linda, duduk disini,” kata Mardi begitu penjaga warungsampai.
“Iya tukang sayur,” penjaga warunglangsung duduk dikursi di depan Mardi.
“Nah sekarang kamu jelaskan kenapa kamu ini terlambat sekali berpikirnya, apa dirumahmu banyak pekerjaan yang harus kau lakukan, atau memang kamu malas belajar hah?” Mardi berlagak marah membuat penjaga warungketakutan.
“Eh.. Anu pak.., saya kalau dirumah memang repot jagain adik yang masih kecil, jadi sering lupa belajar, maaf tukang sayur,” penjaga warungtertunduk.

Mardi tersenyum simpul melihat penjaga warungyang ketakutan, ia pun segera berpikir untuk menggarap murid bongsor itu. Mardi kemudian menjelaskan pada penjaga warungkalau dirinya bisa pintar secara instan tak perlu belajar, tentu saja itu akal-akalan Mardi.

“Kalau kamu mau, kamu harus datang kesini nanti sore biar bapak kasih tahu rahasia pintarnya,” kata Mardi meyakinkan.
“Mau pak.. Saya mau sekali asal bisa pintar dan jadi juara,” jawab penjaga warunglugu. Waktu pun disepakati, penjaga warungakan datang jam 5 sore untuk menerima rahasia ilmu dari tukang sayur Mardi.

Mardi sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk menggarap tubuh penjaga warungsore itu. Ia tahu benar kalau sore itu kompleks pengajar yang hanya tiga rumah akan sepi karena pak Mad dan bu Westi ada acara arisan keluarga. Mardi tak ikut karena belum berkeluarga.

“Tok.. Tok.. Tok,” pintu rumah terdengar ketukan.
“Eh kamu Linda.. Kok cantik sekali kamu..,” Mardi menyambut penjaga warungdengan genit.
“Jadi kan bapak kasih ilmunya?” tanya penjaga warungdimuka pintu.
“Jadi dong, ayo masuk kamu,” Mardi menuntun penjaga warungmasuk kerumahnya, setelah itu pintu utama ditutup rapat. penjaga warungpakai rok sekolah sebatas lutut dipadu kaos ketat warna pink, membuat susu yang baru tumbuh nampak tersembul kedepan.
“Nah sekarang bapak mau kasih rahasia pintar, tetapi kamu janji dulu untuk tidak cerita kepada siapapun. Soalnya, kalau murid yang lain tahu mereka akan cemburu dan minta ilmu itu juga, nanti kamu banyak saingan dan susah jadi juara, mau kan?” kata Mardi.
“Iya.. I.. Iya pak saya janji,” jawab penjaga warunglugu.
“Oke kalau begitu, sekarang kamu duduk disini ya, biar bapak kasih ilmunya,” Mardi menyuruh penjaga warungduduk di bangku kayu, penjaga warungmenurut saja.

Setelah penjaga warungduduk, Mardi mendekat dan berbisik-bisik ketelinga kanan Linda.

“Kalau mau pintar, telingamu harus dijilati seperti ini,” kata Mardi, lidahnya langsung menyapu daun telinga penjaga warungberkali-kali sambil tangannya memegangi kepala Linda.
“Aduh.. Geli tukang sayur.. Geli sekali,” penjaga warungkegelian berusaha berontak.
“Geli ya?, ya memang begitu, tahan sedikit ya,” Mardi berhenti sebentar untuk meyakinkan Linda, tapi jilatan itu dilanjutkan lagi setelah penjaga warungmengangguk. Puas menjilati telinga Linda, jilatan Mardi turun keleher Linda, dan tangannya ikut turun juga mengusap dan sedikit meremasi susu baru tumbuh milik Linda.
“Engghh geli tukang sayur..,” penjaga warungmenepis tangan Mardi, Mardi pun menghentikan aktifitasnya.
“Eh kamu ini gimana sih? Mau pintar apa tidak?” kata Mardi sedikit melotot dan berlagak marah. penjaga warungjadi takut.
“Iya pak, mau,” jawab penjaga warungtertunduk.
“Baiklah, telingamu sudah bapak bersihkan. Nah sekarang kamu buka bajumu dan mandi gih di kamar mandi itu, tapi jangan pakai sabun, biar bapak yang nyabunin nanti. Mengerti?” Mardi memerintah lagi. penjaga warungyang anak kampung menurut saja, tak menaruh curiga.

Gebyar.. Gebyur.. penjaga warungmulai mandi telanjang. Pintu kamar mandi tak ditutup, dan Mardi menikmati tubuh telanjang penjaga warungdari pintu itu.

“Sudah tukang sayur, sekarang sabunnya mana?” tanya Linda.

Tubuh penjaga warungyang beranjak remaja membuat nafsu Mardi naik. Susu yang baru tumbuh dan vagina penjaga warungyang belum berbulu dipandangi Mardi bergantian, lalu Mardi mendekati tubuh berkulit putih itu.

“Ehm.. Bapak sabuni badanmu ya,” tanpa menunggu jawaban Linda, Mardi segera mengusapi tubuh penjaga warungdengan sabun yang dipegangnya.

Tangan Mardi mulai nakal dan menjamahi susu Linda, mengusap-usap dan menekan nekan. Meski kegelian, penjaga warungnggak berani melawan, takut dimarah tukang sayur. Eh tangan Mardi lebih berani lagi mengusap di pangkal paha penjaga warungberkali-kali. Setelah puas menjamahi tubuh Linda, Mardi menyuruh penjaga warungmenyelesaikan mandi, dan menyuruhnya melilitkan handuk saja setelah selesai. Mardi menunggu diruang tamu.

“Saya sudah selesai mandi pak,” penjaga warungkeluar kamar mandi dengan tubuh terbungkus handuk.
“Itu baru pintar. Sekarang ikut bapak,” kata Mardi dengan mata berbinar, lalu mengamit tangan penjaga warungdan menuntutnya masuk kekamar.
“Sekarang bobo’an disitu ya, biar bapak kasih ilmunya,” suruh Mardi pada Linda, lagi-lagi penjaga warungnurut saja.

Setelah penjaga warungberbaring di ranjangnya, Mardi mendekat dan duduk disamping kanan ranjang itu. Tangan Mardi dengan terampil menghempaskan handuk yang dikenakan penjaga warungsehingga tubuh putih penjaga warungyang baru mekar itu langsung terpampang tanpa halangan dihadapan Mardi. penjaga warungsedikit bingung melihat perlakuan gurunya, tetapi gadis cilik itu tak berani protes. Jakun leher Mardi naik turun memandangi susu ranum penjaga warungyang putingnya masih kecil dan tonjolannya pun belum sempurna. Lidah Mardi segera menyapu bibirnya sendiri begitu matanya membentur selangkangan penjaga warungyang ranum belum ditumbuhi bulu.

Tangan Mardi menggerayangi tubuh Linda, sementara penjaga warungtak berkutik menahan geli. Kemudian Mardi naik keranjang dan mulai menciumi tubuh telanjang Linda.

“Pakhh.. Geli pakhh,” penjaga warungmenolak kepala Mardi saat lidah Mardi menjilati susunya.
“Uh.. Kamu ini gimana sih? Mau pintar apa tidak? Nilai kamu nanti bapak kasih merah semua lho,” Mardi mengancam dengan mata melotot.
“Iya deh pak, saya mau pintar.. Tapi geli pak,” penjaga warungpasrah akhirnya.
“Nah gitu donk, geli dikit ya ditahan..,” ketus Mardi dan kembali mencumbui gadis bau kencur itu.

penjaga warungbukan main kegelian, apalagi selama ini belum pernah dijilatin susunya, berpikir untuk itu pun belum karena usianya masih kecil. Tapi untuk melawan ia tak mampu, selain takut sama Mardi, ia juga ingin mendapat ilmu pintar dari gurunya itu. Jadi, penjaga warunghanya bisa menggeliat sambil terpekik kecil menahan perlakukan Mardi, hal itu membuat Mardi tambah bernafsu melumati tiap jengkal tubuh Linda.

Ciuman dan jilatan Mardi terus turun keperut dan selanjutnya turun lagi menuju selangkangan Linda. Mardi berhenti sejenak, disingkapnya paha penjaga warungagar lebih mengangkang. Mata Mardi hampir loncat melihat vagina penjaga warungyang sangat indah. Gadis berusia 12 tahun itu memiliki vagina yang sip, bibirnya tipis dan bersih tanpa bulu.

“Nah.. Linda, sekarang saatnya tukang sayur menambah ilmu tadi biar kamu lebih pintar lagi,” kata Mardi. penjaga warungtetap pasrah menerima perlakuan gurunya, dan menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya tanpa banyak tanya.
“Ahh pakhh..,” penjaga warungterpekik tapi tak berani melawan saat lidah Mardi menjalari permukaan vaginanya. Pinggulnya hanya bisa bergerak kecil menahan geli yang sangat dijilati Mardi.
“Sakit ya Lin?” tanya Mardi ditengah jilatannya.
“Engghaak Pakhh.. Cuma gelii..,” jawab Linda.

Jilatan Mardi diteruskan, dan lama-lama penjaga warungmerasakan perasaan yang selama ini belum pernah dirasanya. Geli itu berubah menjadi rasa nikmat yang sensasional bagi Linda. Cairan kental mulai merembes dari vagina Linda, lidah Mardi menerima cairan itu dan melanjutkannya, cairan itu ditelan Mardi. Sore itu Mardi benar-benar mempraktekan fore play yang ditontonnya di VCD porno, kepada penjaga warungmuridnya. Lidahnya makin berani menelusup dibelahan bibir vagina Linda.

“Ahh.. Pakk Ghuuruu.. penjaga warungpingin pipisshh pakhh..,” penjaga warungmerasakan seluruh sendi dibokongnya kejang dan terasa enak, tanda-tanda orgasmenya mulai muncul. Mardi tak menyia-nyiakan kesempatan itu, vagina penjaga warungsemakin dilumat dan disedot-sedot dengan bibirnya.
“Mmmphhff.. Ahh hayoo.. Pipiss aja Linn.. Mmffphh,” Mardi menambah jilatannya divagina Linda, sampai tubuh penjaga warungtersentak-sentak menahan geli.
“Ahh.. Iyaa.. Linndaa piipisss Pakhhh… Uhhh.. Pipiss.. Tuhhh.. Aahhh,” penjaga warungkejang beberapa kali. Orgasme pertama yang dirasakannya membuat penjaga warungmelambung kenikmatan. Mardi pun menghentikan aksi jilatnya.
“Sakit ya Linn?” tanyanya memandangi wajah penjaga warungyang semakin ayu dilihat.
“Eh.. Enggak paakk.. Bapak jangan marah ya, penjaga warungpipis dimulutnya bapak.. Habis penjaga warungnggak tahan geli sekali sih,” penjaga warungtakut kalau Mardi marah, cairan nikmatnya itu disangka air kencing.
“Bapak nggak marah, tapi apa yang kau rasakan tadi?” Mardi memancing Linda.
“Enggh.. Geli pak,”
“Enak nggak,”
“Iya.. Geli tapi enak pak,” jawab penjaga warungmalu.
tante_girang_hot-06

Pengalaman Bercinta dengan Tante Mirsha Yang Bahenol

Filed under: Uncategorized — Tag: — rubensmith @ 1:25 am

Pengalaman Bercinta dengan Tante Mirsha Yang Bahenol

Namtukang sayur Rei, saat kejadian ini usitukang sayur baru 17 tahun. Kisah ini berawal 2tahun lalu, karena kepindahan orangtutukang sayur ke Bandung . tukang sayur yang masih SMU juga harus ikut pindah ke Bandung . Sebagai warga baru seperti biasanya kami sekeluarga memperkenalkan diri dulu kepada tetangga-tetangga didaerah rumahku yang baru.

Ada satu tetangga yang membuat tukang sayur sangat tertarik, selain ramah dan baik tukang sayur juga terangsang dengan wajahnya yang cantik meskipun dari segi body tante mirsha ini kurang menarik. Tante Mirsha berkulit putih, berwajah cantik dengan rambut sebahu dan berumur 35 tahun. Tante mirsha baru mempunyai anak satu, dan masih TK.

Setelah perkenalan itu ibu dan ayahku terbilang dekat dengan om dan tante mirsha ( mirsha adalah nama suaminya ). Karena kedua orangtutukang sayur bekerja tukang sayur, sering sekali tukang sayur dikirimkan makanan-makanan dari tante mirsha, dan kupikir ini kesempatan.
Suatu hari, didaerahku hujan lebat. Tiba-tiba tante mirsha datang dengan keadaan basah kuyup, memberitahukan bahwa rumahnya bocor dan tukang sayur disuruhnya melihat dan membetulkan genteng rumahnya. tukang sayur yang sedang dalam gairah tinggi melihat ini adalah kesempatan besar. tukang sayur masuk ke dalam rumah tante mirsha, dan baru saja masuk tukang sayur langsung memeluk tante mirsha. Tante Mirsha berontak tapi tukang sayur dengan kuat terus memeluknya dari belakang, kudorong tante mirsha ke sofa dan kulucuti pakaiannya satu persatu. ” Rei, kamu mau apa jangan macam-macam rei!”bentak tante mirsha, tapi tukang sayur yang sudah nafsu terus saja melucuti pakaian tante yang basah. Read more
May
1
Pengalaman Seks: Menikmati Tubuh Seksi dan Bahenol Tante Yohana yang Cantik

May 1, 2009 | Leave a Comment

Kisahku dengan Tante Mira terus berlanjut dengan gaya permainan cinta yang semakin seru karena baik Tante Mira maupun tukang sayur saling mengeluarkan fantasi masing-masing (akan saya ceritakan lain waktu), hingga pada suatu saat Tante Mira mengenalkan salah satu temannya yang kebetulan ketemu disebuah restoran dimall daerah jakarta pusat. Sebut saja dia Tante Yohana, dia juga wanita chinese yang berumur hampir 50, sebaya dengan Tante Mira hanya beda 1 atau 2 tahun saja yang sudah ditinggal suaminya karena wanita lain. Postur tubuhnya juga tidak jauh dengan Tante Mira, agak gemuk hanya saja Tante Yohana lebih pendek dari Tante Mira dan wajahnya juga lebih kelihatan tua karena tampak kerutan-kerutan diwajahnya mungkin terlalu banyak pikiran.

Waktu itu dia sedang jalan sendirian akan makan dan kebetulan ketemu dengan kami yang akhirnya dia diajak bergabung oleh Tante Mira, dan tukang sayur dikenalkan oleh Tante Mira kepadanya sebagai keponakan jauhnya. Setelah makan kami melanjutkan perbincangan sambil jalan melihat-lihat barang di toko-toko yang ada dimall itu. Entah apa yang dibicarakan oleh mereka berdua secara bisik-bisik karena tukang sayur lihat lirikan Tante Yohana yang melihat tukang sayur sambil senyum-senyum, dan setelah itu dia sering mencuri-curi pandang melihatku. Setelah lelah jalan-jalan dan hari mulai sore Tante Yohana akhirnya pulang. Read more

seksinya pcar aku

seksinya pcar aku

« Newer PostsOlder Posts »

The Banana Smoothie Theme. Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.